Single Focus

Startup Berkantor Koridor Milik Pemkot Surabaya Bebas Biaya, tetapi Tak Boleh Lakukan Hal-hal ini

Pemkot Surabaya justru telah mengawali pendirian coworking space yang terkenal dengan nama, Koridor.

Startup Berkantor Koridor Milik Pemkot Surabaya Bebas Biaya, tetapi Tak Boleh Lakukan Hal-hal ini
surya.co.id/sugiharto
Suasana Koridor, coworking space yang dikelola Pemkot Surabaya. 

TAK hanya dimiliki swasta, Pemkot Surabaya justru telah mengawali pendirian coworking space yang terkenal dengan nama, Koridor.

Inilah tempat berkumpulnya para calon atau pelaku startup.

Mereka yang tengah merancang usaha rintisan bisa memanfaatkan Koridor ini untuk menggarap usaha bersama agar diterima pasar.

Saat ini, ada 11 startup Surabaya yang berkantor di Koridor. Mereka adalah pemilik usaha rintisan dari berbagai jenis usaha.

Di antara bisnis rintisan mereka yang saat ini sudah mewarnai dunia digital adalah Agenda Kota, riliv (layanaan psikiater) dan banyak lagi lainnya. Semuanya bisa diunduh melalui Play Store.

"Mereka yang ingin berkantor di sini, syaratnya cukup mudah. Para startup yang bisa mengajukan proposal persetujuan ke Humas Pemkot Surabaya. Jika disetujui akan bisa langsung berkantor di Koridor," kata Yusuf Abdullah, pegawai di Koridor, Minggu (2/2).

Para startup ini, lanjutnya, bisa menikmati secara gratis dengan fasilitas istimewa dan representatif.
Koordiantor Operasional Koridor, Jeffry S menuturkan, pelaku startup itu hampir semua sudah berkantor di Koridor.

"Mereka tinggal mengembangkan usaha bisnis mereka hingga ke tingkat global," katanya.

Jeffry yang juga Kasubag Layanan Informasi Humas Pemkot Surabaya menuturkan, semuanya tidak dipungut biaya.
Mereka bebas memilih dan mendesain ruang kerja mereka di Koridor.

Bedakan space
Berada di lantai III Gedung seberang Siola, Koridor ditata sangat nyaman. Disebut koridor karena dibedakan space bagi visitor, startup pemula, hingga pengembangan.

Jeffry memaparkan, ada tujuh koridor di coworking space milik Pemkot Surabaya.

Empat koridor pertama masih bebas para visitor. Baru di tiga koridor berikutnya, untuk mereka yang usahanya sudah berjalan.

Saat Surya.co.id berkunjung ke Koridor, tampak puluhan pelaku startup berada di koridor masing-masing. Mereka menikmati suasana di dalam yang dilengkapi komputer.

"Aturannya siapa pun boleh menikmati fasilifas Koridor. Hanya dilarang streaming YouTube, game, makan, dan rokok," tegas Jeffry.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved