Penghina Bu Risma Ditangkap

Sosok Wanita Penghina Risma Walikota Surabaya, Dugaan Terlibat Partai Politik & Profesi Sebenarnya

Sosok Wanita Penghina Risma Walikota Surabaya, Dugaan Terlibat Politik dan Profesi Dia Sebenarnya.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Tri Mulyono
Youtube Kompas TV
Sosok Wanita Penghina Risma Walikota Surabaya, Dugaan Terlibat Partai Politik & Profesi Sebenarnya 

SURYA.CO.ID, BOGOR - Sosok wanita penghina Walikota Surabaya Tri Rismaharini menjadi buruan netizen di media sosial.

Sempat ada dugaan wanita itu berafiliasi dengan partai politik tertentu.

Namun, belakangan dipastikan, wanita itu tidak terkait politik atau organisasi tertentu.

Sehari-hari wanita itu hanya ibu rumah tangga biasa dan nyambi jualan sembako di rumahnya di Bogor, Jawa Barat.

Seperti diberitakan, polisi menangkap wanita pemilik akun Facebook, Zikria Dzatil yang dianggap menghina Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharani.

Penangkapan dilakukan di Bogor, Jawa Barat.

Setelah ditangkap, wanita itu kemudian dibawah ke Polrestabes Surabaya.

Berikut rangkuman penangkapan wanita yang diuga menghina Risma:

1. Penangkapan bermula dari laporan Forum Arek Suroboyo Wani

Diciduknya pemilik akun Zikria Dzatil setelah polisi menerima laporan dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan serta ujaran kebencian terhadap Walikota Surabaya, Tri Rismaharini di media sosial Facebook.

Laporan itu disampaikan oleh Forum Arek Suroboyo Wani.

Dugaan penghinaan itu berawal saat peristiwa hujan deras pada Rabu (15/1/2020) sore lalu dan merendam sebagian jalanan di Kota Surabaya.

Akun facebook ini kemudian mengunggah foto Risma dengan keterangan tak pantas.

Widodo, Narahubung Forum Arek Suroboyo Wani mengatakan ada dua akun di media sosial yang dilaporkan oleh forum masyarakat tersebut berikut bukti capture unggahannya.

"Ada dua akun facebook, yakni Zikria Zatil dan Farel Grunch. Kedatangan kami di sini melaporkan secara resmi sekaligus menggelar aksi damai," beber Widodo.

Menurut Widodo, penting kasus tersebut ditindak lanjuti lantaran khawatir jika dibiarkan akan merusak tatanan demokrasi yang beradab.

"Hal ini sebagai wujud dukungan moril kepada Bu Wali Kota, serta sebagai upaya merawat atmosfer demokrasi yang sehat dan cerdas dengan tidak menyalahgunakan media sosial," tambahnya.

Dalam aksi tersebut, perwakilan Forum Arek Suroboyo Wani ditemui oleh Kasatintelkam Polrestabes Surabaya, AKBP Whimboko dan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran.

"Tadi kami sudah mendapat informasi jika dari bagian hukum Pemkot Surabaya juga sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Surabaya.

Nanti ini yang akan kami sampaikan kepada forum kami," tandasnya.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran membenarkan pihaknya telah mengamankan pemilik akun facebook Zikria Dazatil.

"Iya benar sudah kami tangkap. Tim beberapa waktu lalu sudah mengidentifikasi terduga pelaku penyebar ujaran kebencian terhadap bu Risma itu," kata Sudamiran, Sabtu (1/2/2020) kepada Surya.co.id.

5 Fakta Kronologi Penangkapan Zikria Dzatil, Penghina Walikota Risma, Tak Buka Pintu & Matikan Lampu
5 Fakta Kronologi Penangkapan Zikria Dzatil, Penghina Walikota Risma, Tak Buka Pintu & Matikan Lampu (Kolase TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy & SURYA.co.id/Pipit Maulidiya)

2. Kronologi penangkapan

Pemilik akun Zikria Dzatil yang diduga hina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ditangkap polisi di rumahnya di kawasan Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Penangkapan ini dilakukan pada Jumat (31/1/2020) malam.

Saat rumahnya disambangi aparat kepolisian, terduga pelaku sempat enggan membuka pintu rumah dan lampu rumah mendadak dimatikan.

Ketua RT setempat yang menyaksikan penangkapan oleh polisi, Komar Soleh, menjelaskan bahwa ibu rumah tangga terduga pelaku ujaran kebencian itu mengaku sempat kaget dan mengurung diri di lantai 2 rumahnya.

"Tadinya agak susah pintu mungkin kaget atau gimana, kan gak ada suaminya (kerja). Setelah ditelepon suaminya, baru cair.

Dia sendiri mengakui, waktu ketok-ketok saya di lantai atas, kaget, saya lagi menenangkan diri, ngisi energi, katanya," terang Komar Soleh kepada TribunnewsBogor.com (grup Surya.co.id), Minggu (2/2/2020).

Komar menjelaskan bahwa terduga pelaku ini seperti sudah merasa akan didatangi polisi namun entah dia tahu dari mana.

"Feeling itunya saya gak tahu, mungkin dia udah ngerasa," kata Komar.

Terduga pelaku ini, kata Komar cukup kooperatif saat ditangkap.

Namun, dia mengelak saat ditanyai sejumlah aparat polisi yang hendak mengamankannya itu.

"Pas saat itu agak kurang ini ya, agak turun naik pembicaraan. Tapi gak sampe lama di situ. Kan mungkin dia kaget ada polisi di situ," katanya.

3. Ibu rumah tangga

Pemilik akun media sosial Facebook Zikria Dzatil yang diduga telah menghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini merupakan seorang ibu rumah tangga.

Dia sudah sudah tinggal selama sekitar 4 tahun di kawasan Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

"Sebetulnya warga saya ini sudah cukup lama juga tinggal di sini. Awalnya ngontrak mungkin 2 tahunan terus rumah itu mungkin cocok, dibeli. Sampai sekarang udah 4 tahunan lah di sini," kata Ketua RW setempat, Priyono kepada TribunnewsBogor.com (grup Surya.co.id), Minggu (2/2/2020).

Priyono menjelaskan bahwa pemilik akun Facebook Zikria Dzatil ini memilik 3 anak yang salah satunya masih berumur 2 tahun.

Sedangkan suaminya, kata dia, kerap bekerja di luar Bogor dan pulang ke rumahnya perumahan ini setiap akhir pekan.

Pemilik akun Facebook Zikria Dzatil ini, lanjut Priyono, seperti ibu rumah tangga pada umumnya.

"Saya kira umum-umum aja kok, artinya ada kegiatan terlibat, kemudian ada kegiatan ibu-ibu juga ikut dan suaminya sendiri juga sering berjamaah di masjid gak masalah," kata Priyono.

Selain itu, pemilik akun Facebook Zikria Dzatil ini, kata dia, juga tidak tampak terlibat partai atau organisasi tertentu.

Termasuk sikap kritis kepada pemerintah atau obrolan politik yang mana juga tak pernah dilakukan terduga pelaku ujaran kebencian dan penghinaan terhadap orang nomor satu di Surabaya itu.

"Selama itu, kalau orang-orang partai itu ada simbol-simbol tertentu atau pamflet atau apalah, ini gak ada. Kampanye atau sosialisasi salah satu warna juga gak pernah," katanya.

Ibu rumah tangga pemilik akun Facebook Zikria Dzatil ini juga membuka warung kelontong di rumahnya yang dibuka menggunakan ruangan bagasi.
"Jualan dia sembako di situ, warung di garasi itu, ada kopi, ada di situ," tambah ketua RT setempat, Komar Saleh.

4. Dibawa ke Polrestabes Surabaya

Perempuan pemilik akun Facebook (FB) Zikria Dzatil yang dianggap menghina wali kota Tri Rismaharini telah dikeler ke Polrestabes Surabaya.

Perempuan diringkus oleh Polrestabes Surabaya dengan dukungan anggota kepolisian setempat di kawasan Katulampa, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (31/1/2020) kemarin.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan, pelaku diamankan oleh personelnya di belakang kediamannya di kawasan Katulampa, Bogor, Jabar.

Kuat diduga, pelaku berencana kabur menghindari sergapan petugas.

"Benar, nanti Senin kami akan ekspos," ujarnya, Minggu (2/2/2020) dikutip dari Surya.

Dia menyebutkan, saat ini penyidik masih sedang memeriksa pelaku guna merampungkan berkas berita acara pemeriksaan (BAP).

"Saat ini (pelaku), sudah di Surabaya. Hari Senin akan kami rilis," pungkasnya.
(TribunnewsBogor/Damanhuri/Naufal Fauzy) (TribunJatim/Luhur Pambudi)

Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved