Gus Sholah Meninggal

Pernah Jadi Kaprodi Pascasarjana Unhasy, Ketua Muhammadiyah Jatim: Gus Sholah Welcome ke Siapapun

Ketua PW Muhammadiyah Jatim, Saad Ibrahim, menilai KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) adalah tokoh yang memiliki visi besar untuk bangsa Indonesia.

surabaya.tribunnews.com/Bobby Constantine Koloway
Ketua PW Muhammadiyah Jatim, Saad Ibrahim 

SURYA.co.id | SURABAYA - PW Muhammadiyah Jatim menilai Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) adalah tokoh nasional yang memiliki visi besar untuk bangsa Indonesia.

"Inalillahi wa innailaihi rojiun, kita betul-betul merasa kehilangan dengan wafatnya Gus Sholah. Namun, visi beliau akan tetap hidup walaupun beliau sudah kembali kepada Allah," ucap Ketua PW Muhammadiyah Jatim, Saad Ibrahim, Senin (3/2/2020).

Saad menilai pemikiran dan paham-paham Gus Sholah akan banyak diteruskan oleh santri dan umat Islam yang mempunyai pemahaman dan pemikiran seperti Gus Sholah.

"Saya secara pribadi selama 13 tahun bergabung dengan pondok pesantren beliau tepatnya di institut keislaman Hasyim Asy'ari sekarang jadi UNHASY," ucap Saad.

Saad dipercaya menjadi dosen bahkan Kaprodi Pascasarjana Hukum Islam.

"Hemat saya, Gus Sholah mempunyai pandangan yang terbuka. Saya yang dari Muhammadiyah diterima dengan baik di situ," lanjutnya.

Ia bercerita menjadi pengajar di Unhasy mulai tahun 2003 hingga 2016.

"Saya tidak mengajar di sana lagi karena saya minta izin untuk fokus tugas saya di Muhammadiyah dulu. Jadi Gus Sholah sangat welcome," lanjutnya.

Penunjukan Gus Sholah sebagai rektor Unhasy menurut Saad juga langkah yang tepat untuk pengembangan pendidikan terutama di lingkungan Unhasy.

"Gus Sholah walaupun dari pesantren beliau adalah seorang doktor, jadi ada perpaduan pikiran kepesantrenan dengan universitas," kata Saad.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved