Coca-Cola Gandeng Komunitas untuk Kelola Sampah di Sekitar Pabrik

PT Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) atau Amatil Indonesia terus agresif melakukan kampanye pengelolaan sampah di lingkungan sekitar pabrik.

Coca-Cola Gandeng Komunitas untuk Kelola Sampah di Sekitar Pabrik
foto: ccai untuk surya.co.id
Kegiatan warga Dusun Tamanan, Desa Kepulungan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan dalam program manajemen pengelolaan sampah bersama CCAI. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) atau Amatil Indonesia terus agresif melakukan kampanye pengelolaan sampah di lingkungan sekitar pabrik.

Salah satunya permasalahan sampah yang terjadi di Dusun Tamanan, Desa Kepulungan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

"Hampir seluruh sampah harian rumah tangga mereka setiap harinya dibuang di jalur perbatasan sepanjang 200 meter menuju Dusun Tugusari sejak tahun 2018," kata Adipurno Widi Putranto, Corporate Affairs Executive, Coca-Cola Amatil Indonesia, dalam rilisnya, Senin (3/2/2020).

Untuk itu pihaknya, sebagai perusahaan penjualan, manufaktur dan distribusi minuman, kembali memfokuskan program keberlanjutan pada isu persampahan menangkap permasalahan di sekitar area dimana lokasi produksi mereka berada.

Adipurno Widi Putranto, atau yang akrab dipanggil Putra tersebut, mengungkapkan selain dibuang untuk mengurangi timbunan sampah, saat itu mereka terbiasa mengatasinya dengan membakar.

Sehingga kondisi tersebut sangat mengganggu warga, baik dari sisi kebersihan maupun kesehatan.

"Kami kemudian menggelar menggelar rangkaian program waste management education atau edukasi manajemen pengelolaan sampah yang sedang dibangun, dengan meluncurkan program pilot Community Development di Dusun Tamanan," jelas Putri.

Kemitraan dengan komunitas, terlebih area zona-1 adalah salah satu wujud dari empat pilar keberlanjutan Coca Cola.

Program pengembangan masyarakat itu dipersiapkan sebagai dukungan Amatil Indonesia untuk kemajuan pembangunan desa dan kolaborasi ini akan membantu pemerintah daerah, provinsi maupun pusat mengurangi permasalahan sampah.

Putra menambahkan Dusun Tamanan dipilih menjadi lokasi program pilot karena dianggap mendukung dari sisi problematika sampah dan masyarakatnya.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved