Breaking News:

Viral Media Sosial

Viral Video Cara Antisipasi Virus Corona dengan Rebus Masker, Begini Efeknya Menurut Pakar Kesehatan

Viral Video Cara Antisipasi Virus Corona dengan Rebus Masker, Begini Efeknya Menurut Pakar Kesehatan

Penulis: Arum Puspita | Editor: Adrianus Adhi
Youtube
Viral Video Cara Antisipasi Virus Corona dengan Rebus Masker, Begini Efeknya Menurut Pakar Kesehatan 

SURYA.co.id - Media sosial tengah ramai memperbincangkan sebuah video viral yang memperlihatkan masker bedah sekali pakai yang direbus agar bisa dipakai lagi.

Kejadian ini terjadi di Tiongkok, China, beberapa waktu lalu. 

Dari video yang viral di media sosial itu, tampak sebuah masker dimasukkan ke dalam panci berisi air mendidih.

Merebus masker
Merebus masker (ist video)

Diduga cara tersebut dilakukan lantaran orang-orang di China sudah kehabisan stok masker yang masih baru sehingga mereka tak punya pilihan lain.

Namun, bagaimana efek yang ditimbulkan dari mencuci dan merebus masker setelah dipakai?

Melansir dari Daily Star, petugas kesehatan China meminta warga negaranya untuk melakukan mempraktikkan kebersihan yang benar.

Berdasarkan laporan, mencuci masker ternyata bisa mengurangi efektivitas masker itu sendiri.

Akan tetapi, warga yang ingin terhidar dari virus corona tak punya pilihan lain.

Meski dikabarkan pabrik masker bekerja penuh untuk memenuhi permintaan pasar, nyatanya masih banyak warga yang kehabisan stok.

Seorang warga asal Lanzhou Provinsi Gansu, Du mengatakan, hal yang mustahil jika ingin menemukan masker di apotek terdekat.

Oleh karenanya, sejumlah warga China lebih memilih mencuci dan merebus masker setelah dipakai meski tidak ada efek yang signifikan.

"Tidak mungkin menemukan masker di apotek sekarang. Mereka bilang virus bisa mati jika direbus dalam air 65 derajat Celsius dalam waktu 30 menit. Karena masker bedah hanya bisa digunakan sekali, masker menjadi tidak begitu efektif ketika direbus," terang Du.

"Tapi itu masih lebih baik daripada tidak memakai masker sama sekali," imbuhnya.

Sementara itu, juru bicara dari Komisi Kesehatan Gansu membenarkan, metode merebus masker tidak akan berguna. 

Bahkan pihaknya tidak menyarankan warga China menggunakan masker berulang kali.

"Masker bedah harusnya diganti setiap 4 jam sekali. Bahkan masker M95 harus diganti setiap 4 jam jika pengguna terpapar lingkungan yang terinfeksi dalam periode waktu yang lama," ujarnya.

WHO resmi tetapkan status darurat global

Setelah lebih dari sepekan munculnya Virus Corona dari Wuhan, China, kini World Health Organization (WHO) resmi menetapkan status darurat global.

Status darurat global dikeluarkan setelah proses diskusi yang berlangsung pada Kamis, (30/1/2020).

Kendati demikian, menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanmo Ghebreyesus, status darurat global diambil bukan karena China tidak mampu menanggulangi wabah Virus Corona.

Menurut Tedros, keputusan itu diambil lantaran khawatir jika negara- negara lain tak punya peralatan medis selengkap negara- negara maju, seperti China.

Dampaknya akan kewalahan menghadapi wabah Virus Corona.

"Kekhawatiran utama kami adalah potensi virus tersebut menyebar ke negara-negara yang memiliki sistem kesehatan yang lemah dan tidak siap dalam menghadapi wabah Virus Corona," ujar Tedros.

Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved