Berita Tuban

Terkait Tipikor dan Pencucian Uang, Bareskrim Polri Sita Kilang di Tuban, Negara Rugi Rp 36 Triliun

Bareskrim Polri menyita tempat produksi LPG dan dua kilang penampungan hasil olahan milik PT Tuban LPG Indonesia (PT LTI).

Terkait Tipikor dan Pencucian Uang, Bareskrim Polri Sita Kilang di Tuban, Negara Rugi Rp 36 Triliun
SURYA.co.id/M Sudarsono
Penyidik Bareskrim Mabes Polri, pihak Kejaksaan melakukan penyitaan dua kilang, barang bukti hasil tindak pidana korupsi dan pencucian uang di Tuban, Jumat (31/1/2020). 

SURYA.co.id | TUBAN - Bareskrim Polri mendatangi Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI), bersama perwakilan Kejaksaan Agung, Jumat (31/1/2020).

Kedatangan lembaga penegak hukum tersebut untuk melakukan penyitaan barang bukti (BB) dua titik operasional di TPPI.

Pertama tempat produksi LPG dan dua kilang penampungan hasil olahan milik PT Tuban LPG Indonesia (PT LTI).

Kasubnit 3 Subdit 3 Dittipideksus Bareskrim Polri, Kompol Subianto mengatakan pihaknya melakukan penyitaan dua titik di TPPI.

Penyitaan ini merupakan kasus lama yang ditangani pada 2015 terkait tindak pidana korupsi dan tindak pencucian uang, pada Januari 2018 kasus sudah dinyatakan lengkap P21.

"Barang bukti kita sita, berikutnya kita serahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat," ujarnya saat penyerahan barang bukti di TPPI.

Perwira menengah itu menjelaskan, dari hasil pengembangan kasus tersebut, petugas mengamankan dua orang yang melakukan korupsi yaitu Raden Priyono, selaku kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu (BP) Migas, Djoko Harsono selaku deputi BP Migas.

Sedangkan satu orang masih buron yaitu Honggo Wendratno, selaku Dirut TPPI dan juga pemegang saham PT TLI.

Polisi masih memburu pelaku yang kabur ke luar negeri.

"Yang kita amankan dua, satu masih buron. Kaitannya korupsi dan pencucian uang," pungkasnya.

Sementara itu, Perwakilan Satgasus Kejaksaan Agung, Junaidi menyatakan menerima BB yang disita dari penyidik.

Mewakili pihak Kejaksaan, dia menerima segala bentuk dokumen yang diberikan, termasuk pelimpahan BB yang ada di TPPI.

"Tentu kami menerima pelimpahan dari penyidik Bareskrim," tutupnya.

Akibat tindak pidana korupsi dan pencucian uang tersebut, negara mengalami kerugian kurang lebih Rp 36 triliun.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved