Breaking News:

Berita Bangkalan

Polres Bangkalan Tangkap Pria Stroke yang Jadi Penadah Motor Curian

LSK yang menderita stroke selama setahun pada kedua kakinya mengaku tidak mengenal si penjual motor-motor karena transaksi dilakukan malam hari.

surabaya.tribunnews.com/ahmad faisol
Tersangka kasus penadahan motor hasil curian, LSK (57), warga Desa Lembung Pesisir Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan dipapah dua polisi ketika dihadirkan dalam siaran pers Satreskrim terkait Tindak Pidana Curat, Curanmor, Penadahan, dan Senjata Tajam di Mapolres Bangkalan, Jumat (31/1/2020). 

"Pak haji, berapa lama terima motor-motor ini?," tanya Rama.

Mendengar itu, LSK mengatakan motor-motor tersebut didapatnya sekitar enam bulan yang lalu dari seseorang yang tidak ia kenal.

"Tapi belum laku hingga sekarang Pak," kata LSK.

Ia juga mengakui bahwa motor-motor yang dibelinya tersebut merupakan kendaraan hasil tindak kejahatan.

"Saya membeli Rp 3,5 juta, biasanya terjual Rp 3,6 juta. Tapi belum juga laku hingga sekarang. Curi di mana saya tidak tahu," pungkasnya.

Tersangka LSK dan MHP terancam hukuman pidana maksimal empat tahun penjara. Sebagaimana diatur dalam Pasal 480 KUHP tentang Penadahan.

Sebelumnya, Rama mengimbau masyarakat untuk tidak membeli kendaraan bermotor hasil dari tindak kejahatan.

Dikarenakan, lanjutnya, memiliki, membeli, dan menggunakan kendaraan bodong ancaman pidananya juga empat tahun penjara.

"Hati-hati ketika ditawari kendaraan dalam kondisi baru dan bagus dengan harga sangat murah. Itu modus, perlu diwaspadai," tegas mantan Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Jawa Timur.

Selain dua penadah sepeda motor itu, Satreskrim Polres Bangkalan juga menghadirkan lima tersangka lainnya.

Tiga tersangka kasus curat perlengkapan pesta, satu tersangka kepemilikan senjata tajam, dan tersangka curanmor Toyota Kijang. (Surya/Ahmad Faisol)

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved