Breaking News:

Berita Surabaya

Maret Hingga September 2019, BPS Jatim: Penduduk Miskin di Jatim Jumlahnya Berkurang

Penurunan selama satu semester tersebut ditunjukkan dengan turunnya jumlah penduduk miskin sebesar 56,1 ribu jiwa

SURYA.co.id/Fikri Firmansyah
Kabid Distribusi Badan Statistik Jatim (BPS) Jawa Timur, Satrio Wibowo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pada Maret hingga September 2019, penduduk miskin di Jawa Timur jumlahnya berkurang.

Hal tersebut dilaporkan langsung oleh Satrio Wibowo selaku Kabid Distribusi Badan Statistik Jatim (BPS) Jawa Timur saat ditemui Surya.co.id di kantornya Jalan Kendangsari, Surabaya, Kamis (30/1/2020).

"Selama periode Maret 2019 hingga September 2019, persentase penduduk miskin Jawa Timur mengalami penurunan sebesar 0,27 poin persen, yaitu dari 10,37 persen pada Maret 2019 menjadi 10,20 persen pada September 2019," ungkapnya.

Lebih lanjut Satrio menerangkan, penurunan selama satu semester tersebut ditunjukkan dengan turunnya jumlah penduduk miskin sebesar 56,1 ribu jiwa yang semula berjumlah 4.412,25 ribu jiwa pada Maret 2019 menjadi 4056,00 ribu jiwa pada September 2019.

"Dan jika ditinjau secara daerah kota dan desa, selama periode Maret 2019 hingga September 2019 penurunan persentase penduduk miskin terjadi di perkotaan (turun 0,27 poin persen) dan di perdesaan (turun 0,07 poin persen)," tambahnya

Ditanyai soal apa penyebab turunnya persentase kemiskinan di Jatim khususnya pada periode Maret hingga September 2019, Satrio mengatakan terjadi karena ada banyak faktor.

"Beberapa faktor yang terkait dengan penurunan persentase penduduk miskin selama periode Maret 2019 hingga September 2019 antara Iain adalah karena terjadi inflasi umum sebesar 1,04 persen dan juga karena beberapa komoditi makanan mengalami perubahan lndeks harga konsumen (IHK). Yaitu komoditi bawang merah mengalami penurunan 24,75 persen, bawang putih mengalami penurunan 8,96 persen, penurunan indeks juga terjadi pada komoditi beras (-2,76 persen), telur ayam ras (-2,19), minyak goreng (-1,97 persen), daging ayam ras (-1,75 persen) dan tempe (-0,98 persen)," jelasnya

Tidak hanya itu saja, Satrio menambahkan, penurunan jumlah penduduk miskin di Jatim yang terjadi pada Maret hingga September 2019 juga karena lndeks upah buruh tanaman pangan mengalami kenaikan sebesar 1,29 persen, yaitu dari 154,02 pada Maret 2019 menjadi 156,01 pada September 2019.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved