Berita Tulungagung

Kontrak JLS Sudah Selesai, Wagub Emil Tunggu Pembebasan Lahan dari Pemkab Tulungagung

Pembebasan lahan untuk kelanjutan proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) sudah harus dimulai tahun ini.

Penulis: David Yohanes | Editor: irwan sy
david yohanes/surya
Wagub Emil Elestianto Dardak saat memberikan keterangan soal JLS Tulungagung 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Pembebasan lahan untuk kelanjutan proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) sudah harus dimulai tahun ini. Pembebasan lahan itu menjadi tanggung jawab Pemkab Tulungagung, sebagai bagian pelaksanaan Perpres Nomor 80 tahun 2019, tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gerbangkertasusila, Bromo Tengger Semeru (BTS), kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Pembasan lahan diperlukan untuk melanjutkan proyek JLS segmen Tulungagung-Trenggalek, yang sampai saat ini belum tersambung. Menurut Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, JLS Prigi (Trenggalek)-Popoh (Tulungagung) saat ini tahap finalisasi kontrak.

“Lelangnya sudah selesai, dan kontrak sudah siap untuk dimulai,” terang Emil, saat menutup Lomba Kompetensi Siswa (LKS) ke-28 di GOR Lembupeteng Tulungagung, Kamis (30/1/2020).

Karena itu Emil meminta bupati Tulungagung lekas melakukan koordinasi dengan Perhutani.

Sebab lahan yang akan dipakai JLS adalah milik Perhutani, dan harus ada upaya pembebasan.

Secara keseluruhan, Emil berharap dimasa pemerintahannya bersama Gubernur Khofifah Indarparawansa, JLS sudah bisa dilihat bentuknya.

“Karena itu bukan hanya Trenggalek-Tulungagung, tapi daerah lain seperti Blitar, Malang sudah ditunjau oleh ibu (Gubernur) dan akan dikerjakan juga,” sambung Emil.

Sementara Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo mengatakan, saat ini telah dilakukan pendataan lahan dan jumlah tegakkan.

Hasil pendataan, JLS yang melewati wilayah Tulungagung sekurangnya membutuhkan lahan seluas 8-9 hektar.

Seluruh lahan itu masuk ke wilayah milik Perhutani.

Selain itu Pemkab juga harus memberikan ganti rugi tegakkan pohon yang terdampak proyek ini.

Proses pendataan pohon sedang berlangsung, dan belum menemukan jumlah pastinya.

“Proses inventarisasi masih terus berjalan, angka pasti ketemu,” terangnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved