Breaking News:

Berita Banyuwangi

Cerita Kaum Milenial di Banyuwangi Berani Beli Rumah, Daripada Ngopa-Ngopi Duitnya untuk Uang Muka

Harga paling mahal dalam membeli rumah adalah niat dan keberanian. Terutama bagi kaum milenial yang rata-rata masih belum mapan secara ekonomi.

SURYA.co.id/Haorrahman
Aplikasi BTN Properti Mobile versi Android. Lewat aplikasi anyar ini kaum milenial dapat mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) lewat ponsel Android mereka. 

Tidak hanya Fikri, rekan sekerjanya yang juga sesama THL di Diskominfo Banyuwangi, Zulfan Triadji, juga memberanikan diri membeli rumah.

"Kalau tidak sekarang kapan lagi. Daripada ngontrak habisnya justru lebih banyak dan melelahkan," kata Zulfan.

Sebenarnya Zulfan dari kalangan keluarga berada. Sebelumnya dia tinggal di rumah orangtuanya yang cukup besar.

Namun Zulfan menginginkan untuk tinggal di rumah sendiri.

"Bagaimanapun tetap harus punya rumah sendiri. Lagipula rumah juga untuk investasi," kata pria berusia 28 tahun itu.

Sama seperti Fikri, Zulfan membeli rumah di Perumahan Alam Elok, juga melalui BTN karena lebih mudah prosesnya. 

Untuk menambah pemasukan dan membayar cicilan rumah, Zulfan membuka usaha jasa fotografi wedding dan event.

Tren Wisata Milenial

Tidak hanya kebutuhan akan rumah tinggal, namun Pemkab Banyuwangi menyadari saat ini terjadi perubahan tren milenial. Seperti pengembangan pariwisata yang menjadi fokus Pemkab Banyuwangi.

Wisata kini menjadi salah satu kegemaran milenial. Namun mereka menghendaki wisata yang menyajikan pengalaman yang seru dan baru.

Dari tren wisata milenial tersebut, industri pariwisata juga mengalami disruption. Hotel kini juga mulai digeser oleh homestay, pemandu wisata yang tergantikan dengan peta digital dan berbagai produk teknologi digital.

Salah satu homestay yang ada di Banyuwangi. Tidak hanya bekerjasama dalam rumah hunian, Pemkab Banyuwangi dan Bank Tabungan Negara (BTN) juga bekerjasama dalam kredit pengembangan homestay.
Salah satu homestay yang ada di Banyuwangi. Tidak hanya bekerjasama dalam rumah hunian, Pemkab Banyuwangi dan Bank Tabungan Negara (BTN) juga bekerjasama dalam kredit pengembangan homestay. (SURYA.co.id/Haorrahman)

"Jika Banyuwangi ingin menyasar milenial dalam pengembangan wisatanya, maka trend-trend tersebut harus dibaca dengan baik," kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Karena itu, menurut Anas, pihaknya telah bekerja sama dengan BTN untuk pengembangan homestay atau rumah singgah yang dimiliki warganya.

"Saat ini di desa-desa Banyuwangi juga banyak anak-anak milenial yang mengelola homestay," kata Anas.

Dengan kemitraan ini, warga yang ingin mengembangkan homestay bisa mendapat pembiayaan dari BTN.

"Ini cara kami untuk memanfaatkan booming pariwisata agar berdampak ke warga. Kuncinya masyarakat dilibatkan jadi pelaku ekonomi. Warga sudah ada rumah, lalu direnovasi dengan konsep homestay, diperbaiki toiletnya dan sebagainya. Renovasinya itu dibiayai BTN," ujar Anas.

Program pembiayaan ini merupakan program kemitraan khusus untuk pengembangan homestay warga Banyuwangi. Plafon pembiayaan BTN Rp 30-75 juta dengan jangka waktu pinjaman 5 tahun.

"Sudah banyak yang tanda tangan realisasi pembiayaan dari BTN ke warga yang sudah disetujui," tambah Anas.

BTN Banyuwangi telah menyalurkan pembiayaan kredit terhadap homestay di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, sebesar Rp 450 juta.

Di Banyuwangi, homestay tumbuh begitu pesat selama tiga tahun terakhir.

Saat ini setidaknya terdapat 200 homestay yang terdaftar di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) Banyuwangi. Jumlah ini tidak termasuk yang belum terdaftar secara resmi.

Ditambah lagi, kini BTN telah memiliki kantor cabang di Banyuwangi. Sebelumnya, BTN Banyuwangi merupakan cabang pembantu dari BTN Jember.

"Seiring dengan peningkatan menjadi kantor cabang, saya harap kontribusinya lebih cepat karena keputusan-keputusan bisa diambil lebih cepat, sehingga eksistensi BTN dapat membantu percepatan pembangunan Banyuwangi,” jelas Anas.

KPR Digital

Apalagi saat ini untuk memenuhi kaum milenial BTN telah meluncurkan aplikasi BTN Properti Mobile versi Android.

Dalam situs resmi BTN (www.btn.co.id) disebutkan melalui aplikasi ini kaum milenial dapat mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) lewat ponsel Android.

Aplikasi ini memiliki fitur 4D Tour Services sehingga dapat melihat unit rumah tanpa harus ke lokasi. Tracking pengajuan kredit secara real time, sehingga dapat mengetahui status permohonan kredit.

Bank BTN juga menawarkan fasilitas booking/ fee payment melalui e-channel lewat aplikasi ini. Melalui aplikasi tersebut, pengguna juga dapat melihat kondisi fasilitas umum di sekitar unit rumah.

Calon debitur juga bisa mengajukan permohonan KPR secara online melalui aplikasi BTN Properti Mobile Apps ini dan juga melalui situs www.btnproperti.co.id, dengan calon tawaran hunian dari 507.445 unit properti milik sekitar 1800 developer.

Direktur Utama Bank BTN, Pahala N Mansury mengatakan perseroan melihat potensi besar dari generasi milenial yang belum memiliki rumah di Indonesia.

Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut ada 81 juta orang di segmen generasi milenial yang belum memiliki rumah. Angka tersebut setara 31% dari jumlah populasi di Indonesia.

“Sebagai pemimpin pasar KPR di Tanah Air, kami akan terus berinovasi untuk menyediakan hunian yang mudah diakses dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Kali ini kami berinovasi dengan menyajikan aplikasi BTN Properti Mobile yang memberikan berbagai kemudahan berbasis teknologi bagi generasi milenial yang tech-savvy,” ujar Pahala, seperti dilansir dalam situs resmi BTN, www.btn.co.id.

Pahala melanjutkan BTN juga merelaunching KPR Gaeesss For Millenials, yang merupakan kredit untuk pemilikan hunian bagi kaum milenial berusia 21-35 tahun.

Untuk KPR bagi kalangan muda ini, Bank BTN memberikan berbagai gimmick menarik di antaranya bebas biaya admin, suku bunga single digit, diskon provisi 50%, dan jangka waktu kredit hingga 30 tahun.

Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved