Berita Banyuwangi

Cerita Kaum Milenial di Banyuwangi Berani Beli Rumah, Daripada Ngopa-Ngopi Duitnya untuk Uang Muka

Harga paling mahal dalam membeli rumah adalah niat dan keberanian. Terutama bagi kaum milenial yang rata-rata masih belum mapan secara ekonomi.

Cerita Kaum Milenial di Banyuwangi Berani Beli Rumah, Daripada Ngopa-Ngopi Duitnya untuk Uang Muka
SURYA.co.id/Haorrahman
Aplikasi BTN Properti Mobile versi Android. Lewat aplikasi anyar ini kaum milenial dapat mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) lewat ponsel Android mereka. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Harga paling mahal dalam membeli rumah adalah niat dan keberanian. Terutama bagi kaum milenial yang rata-rata masih belum mapan secara ekonomi.

"Tidak akan cukup menunggu tabungan untuk beli rumah. Ketika tabungan dirasa sudah banyak, harga rumah sudah semakin tinggi. Karena itu, butuh niat dan keberanian," kata Muhammad Fikri, seorang Tenaga Harian Lepas (THL), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Kamis (30/1/2020)

Kini bagi kaum milenial membeli rumah adalah tren. Banyak dari mereka yang sadar, rumah telah menjadi kebutuhan pokok.

Namun di masa usia kaum milenial, bagi yang bekerja rata-rata masih dalam masa kontrak (belum pegawai tetap) atau masih merintis usaha, ketika hendak membeli rumah masih banyak yang ragu dan takut.

Takut dengan uang muka, takut tidak bisa membayar cicilan dan takut rumahnya disita bank.

Belum lagi takut dengan segala persyaratan dalam mengajukan Kredit Perumahan Rakyat (KPR).

Banyak bank penyedia jasa KPR yang mengharuskan syarat harus minimal tiga tahun telah diangkat menjadi pegawai tetap, telah diangkat menjadi PNS, memiliki badan hukum memiliki usaha minimal tiga tahun dan persyaratan-persyaratan lainnya yang sulit dipenuhi bagi milenial.

Namun banyak pula, anak-anak muda milenial yang berani mengambil keputusan untuk membeli rumah, meski dalam keadaan yang belum serba mapan.

Mereka mengurangi segala kebiasaan milenial, seperti hang out, nonton, ngopi, membeli barang-barang dirasa tidak perlu dan kebiasaan-kebiasaan lainnya untuk ditabung membayar uang muka.

Seperti Fikri, saat usianya masih 26 tahun memutuskan untuk membeli rumah. Ia percaya, ketika ada niat pasti ada jalan.

Halaman
1234
Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved