Sambang Kampung

Warga RT 6 RW 12 Jojoran Baru 3 Galakkan Tanaman Produktif

Berbagai tanaman produktif menghiasi kanan dan kiri jalan kampung, mulai dari kelengkeng, anggur, jeruk nipis, sawo, asam, dan sebagainya.

Warga RT 6 RW 12 Jojoran Baru 3 Galakkan Tanaman Produktif
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
gang Jojoran Baru 3 Kelurahan Mojo yang hijau akan tanaman profuktif diantaranya toga dan buah. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemandangan hijau dan asri menyapa mata saat memasuki wilayah RT 6 RW 12, Jojoran Baru 3, Kelurahan Mojo Surabaya.

Berbagai tanaman menghiasi kanan dan kiri jalan kampung, mulai dari kelengkeng, anggur, jeruk nipis, sawo, asam, dan sebagainya. Sebagian besar merupakan tanaman produktif.

Koesiyanto, ketua RT 6/RW 12, Jojoran Baru 3, Kelurahan Mojo Surabaya menyampaikan, warga memang memprioritaskan pengembangan tanaman produktif.

"Kami beralih ke tanaman produktif sejak 2015. Tapi jauh sebelum itu, warga sudah aktif menanam di wilayah kampung. Menurut kami, tanaman produktif membuat kampung terlihat lebih rimbun. Selain itu, hasilnya bisa langsung dirasakan oleh warga," ungkapnya, Rabu (29/1/2020).

Sebelum dipenuhi tanaman produktif, Koesiyanto mengatakan, kampung banyak didominasi tanaman hias seperti bunga.

"Sedikit demi sedikit, kami ubah menjadi lebih banyak tanaman produktif. Warga banyak yang memanfaatkannya, seperti daun asam yang diolah menjadi sinom, sawo yang diolah menjadi selai, dan sebagainya. Banyak juga yang mengonsumsi untuk sehari-hari," Koesiyanto menerangkan.

Ke depan, lanjutnya, kampung akan menambah fasilitas panel surya atau solar cell untung mengurangi penggunaan listrik.

Dulu, ungkap ketua RW 12 Kelurahan Mojo, Suyadi, kampung dikenal sebagai permukiman yang kumuh. Namun, berkat kesadaran warga, julukan itu tak lagi disematkan.

"Kegiatan penghijauan di kampung ini sangat bagus. Menurut saya, tanaman produktif memiliki nilai lebih. Tidak hanya membuat lebih asri, tapi bisa dikonsumsi warga," ungkapnya.

Dengan demikian, lanjutnya, warga bisa memperoleh buah dan sayur yang bergizi.

"Buah dan sayurnya ada banyak, mulai dari sawi, kelengkeng mangga, jambu, jeruk nipis dan sebagainya," Suyadi menuturkan.

Baik Koesiyanto maupun Suyadi, menganggap, hunian yang asri membuat warga merasa nyaman.

"Dengan tumbuhan hijau, kampung terlihat indah. Anak-anak juga akan merasa senang bermain di luar sehingga menghindarkan dari kecanduan gadget," tuturnya.

Seorang warga, Rere Puspita, mengamini hal tersebut. Kampung yang hijau dan asri, menurutnya, sedap dipandang.

"Dari dulu warga semangat sekali untuk membuat kampung maju, termasuk dalam hal penghijauan. Warga juga sering membuat berbagai inovasi. Saya berharap, kampung bisa lebih hijau dan lebih baik lagi," ungkapnya.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved