Berita Ekonomi Bisnis

Properti Hasil Lelang Disebut Lebih Murah daripada Non-lelang, tetapi Perlu Dicek Beberapa Hal ini

Peluang mendapatkan produk properti melalui sistem lelang di tengah kondisi ekonomi yang melambat, adalah hal yang cukup menarik bagi para investor.

Properti Hasil Lelang Disebut Lebih Murah daripada Non-lelang, tetapi Perlu Dicek Beberapa Hal ini
surya.co.id/sri handi lestari
Ketua Arebi DPD Jatim, Rudi Sutanto (paling kanan) bersama Project Director Westown View Wiyung, Wiratno Catur A dan Wahyudi Susanto, konsultan hukum saat seminar tentang Lelang Properti di Surabaya, Rabu (29/1/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Peluang mendapatkan produk properti melalui sistem lelang ditengah kondisi ekonomi yang melambat, adalah hal yang cukup menarik bagi para investor dan agen penjualan properti atau broker.

Hal itu tak lepas dari harga yang dipastikan lebih murah dibandingkan harga pasaran.

"Selama ini sudah ada perbankan yang bekerjasama dengan kantor agen properti dalam melakukan lelang properti dari nasabah yang menunggak KPR. Sekarang tidak hanya perbankan saja yang menggelar lelang properti, tapi juga kantor lelang di bawah pemerintah maupun swasta," jelas Rudi Sutanto, Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) DPD Jatim.

Rudi mengatakan hal itu di sela kegiatan seminar tentang Prosedur Lelang Properti yang digelar di Marketing Office Westown View, Wiyung, Surabaya, Rabu (29/1/2020).

Sebagai salah satu narasumber dari seminar tersebut, hadir Wahyudi Susanto SH MHum, konsultan hukum dari Kantor Notaris Wahyudi Susanto, Surabaya.

Materi yang disampaikan di hadapan para peserta yang berasal dari perwakilan kantor broker dan para broker tersebut, antara lain tentang prosedur lelang, jenis properti yang bisa dilelang, kerugian dan keuntungan konsumen membeli properti hasil lelang, dan keuntungan broker menjual produk lelang.

"Salah satu keuntungan membeli properti melalui lelang adalah harganya yang murah. Harga tersebut lebih murah dibandingkan membeli rumah baru atau rumah bekas non-lelang. Perbedaan harganya bisa mencapai sekitar 10 persen," jelas Rudi.

Pertama, Harga lebih murah dari harga rumah baru atau rumah bekas karena bank bisa menarik kembali kredit yang telah dikucurkan kepada nasabah. Hasil lelang ini akan memperbaiki keuangan bank.

Kedua, Umumnya lelang rumah berada di suatu kawasan perumahan yang telah berkembang.

Di kawasan itu sudah ada fasilitas publik yang sudah siap digunakan. Seperti jalan dan taman umum di perumahan, sekolah, bank, hingga rumah sakit. Berbeda dengan rumah baru yang umumnya masih minim fasilitas umum.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved