Berita Surabaya

Pemeliharaan Jalan Butuh Rp 43 Triliun, DPRD Jatim : Jembatan Timbang Jadi Solusi

Untuk mengurangi potensi kerusakan jalan sekaligus meminimalkan anggaran perbaikan, jembatan timbang dinilai menjadi solusi.

Pemeliharaan Jalan Butuh Rp 43 Triliun, DPRD Jatim : Jembatan Timbang Jadi Solusi
surya.co.id/bobby kolloway
Ketua Komisi D DPRD Jatim, Kuswanto 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dana pemeliharaan jalan secara nasional membutuhkan Rp43 triliun tiap tahunnya.

Untuk mengurangi potensi kerusakan jalan sekaligus meminimalkan anggaran perbaikan, jembatan timbang dinilai menjadi solusi.

"Besarnya pembiayaan tersebut memang membenani pemerintah. Sehingga, salah satu solusinya adalah pengaturan tonase muatan dan dimensi kendaraan angkut," kata Ketua Komisi D DPRD Jatim, Kuswanto ketika dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (29/1/2020).

Pembatasan truk kelebihan muatan atau Over Dimensi Over Loud (ODOL), pun telah diatur UU Lalu Lintas dan Angkutan Barang nomor 22 tahun 2009.

"Namun, implementasi belum maksimal dilakukan," katanya.

Satu di antara upaya untuk mengurangi jumlah muatan ada pada jembatan timbang.

Namun, solusi itu terbentur terbitnya UU No 23 tahun 2014, sebab pengelolaan jembatan timbang saat ini dikelola pemerintah pusat.

Sebagai solusi jalan tengah, Kuswanto menyebut pemerintah provinsi siap dalam hal pengoperasian jembatan timbang.

Melalui skema dekonsentrasi, pengembalian kewenangan pengelolaan dari pemerintah pusat ke Provinsi bisa dilakukan.

"Pengelolaannya tetap di bawah pemerintah pusat, namun operasional dari provinsi. Apalagi, dari belasan, hanya sembilan yang siap beroperasi," katanya.

Kementerian Perhubungan pun dinilai memberikan sambutan baik.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved