Berita Kediri

Oknum Ustadz Diduga Lakukan Kejahatan Asusila ke Santri, Formasi Kediri Minta Dihukum Berat

Formasi Kediri mendesak Polres Kediri untuk menindak tegas oknum ustadz yang diduga melakukan kejahatan asusila ke santriwati

Oknum Ustadz Diduga Lakukan Kejahatan Asusila ke Santri, Formasi Kediri Minta Dihukum Berat
didik mashudi/surya
Ketua Forum Masyarakat dan Santri (Formasi) Kediri, H Basori Alwi, mendesak polisi menghukum oknum ustaz yang diduga telah perbuatan asusila ke santrinya. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Forum Masyarakat dan Santri (Formasi) Kediri mendesak Polres Kediri untuk menindak tegas MN (38) oknum ustadz pengasuh pondok pesantren yang diduga telah melakukan perbuatan asusila ke santriwatinya selama tiga tahun.

"Kami memohon kasus kejahatan asusila itu untuk ditindaklanjuti dan disikapi secara hukum. Karena perbuatannya telah meresahkan masyarakat," tandas H Basori Alwi, Ketua Formasi Kediri kepada awak media, Rabu (29/1/2020).

Basori berharap aparat kepolisian menjerat oknum ustadz itu sesuai hukum yang telah ada.

"Kami tegaskan MN oknum ustadz itu bukan warga NU, apalagi pengurus NU," sambungnya.

Masyarakat sendiri sangat prihatin dengan adanya kasus kejahatan asusila yang dilakukan oknum ustadz terhadap santrinya.

"Orang itu merupakan warga pendatang, bukan warga asli Plemahan, Kabupaten Kediri," ungkapnya.

Sementara Yayasan Ponpes SF termasuk baru berdiri di Dusun Setoyo, Desa/Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri.

Dari informasi masyarakat sekitar diperoleh keterangan, Yayasan Ponpes Sf sempat menjadi tempat kegiatan HTI.

Malahan tempatnya biasa digunakan untuk musyawarah dan pertemuan simpatisan dan pengurus HTI Kabupaten Kediri.

Diberitakan sebelumnya, MN oknum ustaz dan pendiri Yayasan Ponpes Sf telah mencabuli santriwatinya yang masih berusia 12 tahun.

Tersangka telah diamankan di Mapolres Kediri.

Dari pengakuan korban perbuatan itu telah dilakukan selama tiga tahun dan baru terungkap setelah korban menceritakan kejadian yang menimpanya kepada guru di sekolahnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved