Khofifah Ingin Warga Jatim yang Masih Berada di China Bisa Dipulangkan Dalam Satu Pesawat

Khofifah mengungkapkan, saat ini ada 248 warga Jawa Timur yang sebagian besar adalah mahasiswa, masih berada di China.

Khofifah Ingin Warga Jatim yang Masih Berada di China Bisa Dipulangkan Dalam Satu Pesawat
Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk bisa memulangkan warga Jawa Timur yang saat ini masih ada di China dalam satu rombongan pesawat.

Dari data yang ia kumpulkan, Khofifah mengungkapkan, saat ini ada 248 warga Jawa Timur yang sebagian besar adalah mahasiswa, masih berada di China.

"Saat Presiden dan Menlu kunjungan kerja ke Jawa Timur kemarin kami sempat berkoordinasi, saat itu yang dibutuhkan adalah pemenuhan kebutuhan logistik para mahasiswa, karena pertokoan masih banyak yang belum buka. Sedangkan saat ini, yang mendesak adalah evakuasi," ucap Khofifah saat diwawancarai usai bertemu dengan para wali mahasiswa di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Rabu (29/1/2020).

Untuk evakuasi, Gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini secara intensif berkoordinasi dengan Menlu Retno Marsudi untuk memaksimalkan mekanisme evakuasi.

"Dari jumlah 248 itu kalau ada proses evakuasi, bisa diprioritaskan mendapatkan satu penerbangan supaya bisa lebih efektif ketika sampai di Bandara Juanda. Kami juga terbuka jika ada tambahan data warga yang ada China," lanjut Khofifah.

Di Juanda sendiri, lanjut Khofifah sudah disiapkan transit isolasi. Selain itu sudah ada tiga rumah sakit yang sudah disiapkan ruang isolasi yaitu RS Dr Soetomo, RS Saiful Anwar, dan RS Soedono.

Sedangkan salah satu wali mahasiswa, Fahrurrozi (34) mengatakan satu-satunya keinginan keluarga adalah agar para mahasiswa bisa cepat pulang ke Indonesia.

Apalagi saat ini bahan makanan di China sudah menipis.

"Mungkin kalau uang tidak seberapa butuh,  soalnya toko-toko di sana banyak yang tutup. Kami berkomunikasi setiap hari, mungkin yang perlu itu vitamin dan bahan makanan," ucap Fahrurrozi saat ditemui di sela-sela acara 

Halaman
12
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved