Gunung Semeru Erupsi

Gunung Semeru Erupsi, Warga Dilarang Lakukan Aktivitas Hingga 4 Kilometer di Lereng Sisi Selatan

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas sejauh 1-4 kilometer di sektor lereng selatan tenggara atau tepatnya kawasan Jongring Seloko.

surya/hayu yudha prabowo
Gunung Semeru saat difoto dari Kota Malang, Jumat (4/1/2019). 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) merekam erupsi di Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (29/1/2020) pukul 05.19 WIB.

Tinggi abu teramati 500 m dari puncak dengan intensitas tebal dan bergerak ke utara.

“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi kurang lebih 1 menit 56 detik,” kata Kepala PVMBG Kasbani dalam rilis resminya, Rabu (29/1/2020)

PVMBG kemudian menetapkan status gunung tertinggi di pulau Jawa menjadi waspada atau level II.

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas sejauh 1-4 kilometer di sektor lereng selatan tenggara atau tepatnya kawasan Jongring Seloko.

Jongring Seloko diprediksi menjadi kawasan yang dialiri awan panas dari erupsi Semeru.

“Mewaspadai gugurnya kubah lava di Kawah Jongring Seloko,” kata dia.

Sejak terbakar pada September 2019 silam, Gunung Semeru belum dibuka untuk pendakian.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) beralasan masih melakukan pengecekan jalur sebab kondisi tanah di Semeru labil pasca kebakaran hutan.

Kebakaran itu menghanguskan lebih dari 131 hektare hutan Semeru. (Aminatus Sofya)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved