Breaking News:

Berita Pamekasan Madura

Tuntutan Aktivis FARA yang Demo di DPRD Kabupaten Pamekasan Madura

Belasan pemuda yang tergabung dalam Forum Aspirasi Rakyat Madura (FARA), unjuk rasa di DPRD Pamekasan, Selasa (28/1/2020).

Penulis: Muchsin | Editor: Parmin
surya.co.id/muchsin
Belasan pemuda demo parkir berlangganan, duduk lesehan di pintu masuk kantor DPRD Pamekasan dan dalam penjagaan aparat kepolisian. 

Namun, seluruh masyarakat Pamekasan, yang memiliki kendaraan bermotor roda dua dan roda empat, baik masyarakat kota hingga pelosok desa, dikenakan parkir berlangganan melalui pelayanan kantor Satuan Bersama Satu Atap (Samsat), saat pemilik kendaraan bermotor membayar pajak surat tanda kendaraan bermotor (STNK) di kantor Samsat.

Dikatakan, meski sudah diterapkan parkir belangganan, namun bagi masyarakat yang ke pasar, rumah sakit dan terminal, tetap dikenakan biaya parkir.

“Parkir berlangganan yang diterapkan di Pamekasan tidak effektif. Kami datang ke sini untuk mendesak wakil rakyat dan dishub agar mencabut perda parkir. Dan tolong, kembalikan uang rakyat dari hasil retribusi tempat parkir berlangganan,” papar Abdur Rahman.

Kadishub Pamekasan, Ajib Abdullah, saat menemui pengunjuk rasa mengucapkan terima kasih atas kedatangan mereka menyampaikan aspirasinya menyangkut pengelolaan parkir berlangganan di Pamekasan.

Namun terbitnya Perda Parkir Berlangganan tidak serta merta langsung dibuat dan diterapkan.

Melainkan sudah melalui proses panjang yang dilakukan dishub dengan pengkajian yang dalam melibatkan sejumlah pihak, yang dilempar ke masyarakat dan dibahas bersama-sama dengan dewan.

“Silakan, kalau dalam penerapan parkir berlangganan ini terdapat kekurangan, kami akan evaluasi dan diperbaiki. Tolong disampaikan kepada kami. Kami akan berterima kasih,” ungkap Ajib Abdullah.

Menurut Ajib Abdullah, sebelum diberlakukan parkir berlangganan, PAD dari parkir di Pamekasan ini hanya Rp 80 juta per tahun.

Ini menunjukkan terjadi kebocoran besar pada parkir. Tetapi setelah Perda Pakir Berlangganan ini diterapkan, PAD dari parkir menjadi Rp 3 miliar per tahun.

Dikatakan, jumlah kendaraan bermotor di Pamekasan, yang dikenakan parkir berlangganan akhir 2019 lalu, untuk sepeda motor sebanyak 168.000 buah. Sedang untuk mobil sebanyak 21.000 buah.

“Parkir di pinggir jalan di Pamekasan ini gratis. Dan kami tempatkan petugas di titik-titik ramai parkir kendaraaan bermotor untuk mengatur parkir, agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” pungkas Ajib Abdullah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved