Berita Pamekasan Madura

Tuntutan Aktivis FARA yang Demo di DPRD Kabupaten Pamekasan Madura

Belasan pemuda yang tergabung dalam Forum Aspirasi Rakyat Madura (FARA), unjuk rasa di DPRD Pamekasan, Selasa (28/1/2020).

Tuntutan Aktivis FARA yang Demo di DPRD Kabupaten Pamekasan Madura
surya.co.id/muchsin
Belasan pemuda demo parkir berlangganan, duduk lesehan di pintu masuk kantor DPRD Pamekasan dan dalam penjagaan aparat kepolisian. 

SURYA.co.id |PAMEKASAN – Belasan pemuda yang tergabung dalam Forum Aspirasi Rakyat Madura (FARA), unjuk rasa di DPRD Pamekasan, Selasa (28/1/2020).

Mereka menuntut agar Dewan merevisi atau mencabut Peraturan Daerah (Perda) tentang Parkir berlangganan.

Pengunjuk rasa awalnya  bergerak dari area monumen Arek Lancor menuju kantor DPRD Pamekasan dengan menaiki mobil pik up terbuka, lengkap dengan sound sistem dan sejumlah motor.

Di sepanjang perjalanan, mereka orasi mempersoalkan Perda Parkir Berlangganan, yang dianggap tidak adil dan merugikan masyarakat.

Namun sampai di kantor DPRD, mereka tidak bisa masuk ke halaman. Sebab di pintu pagar sudah dijaga sejumlah aparat kepolisian.

Sehingga pengunjuk rasa berdiri dan beroras meminta Dewan dan dinas perhubungan (Dishub) menemui mereka.

Berselang tidak berapa lama, Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Hermanto, Ketua Komisi III DPRD Pamekasan, Mohammad Sahur dan anggota lainnya datang menemui mereka.

Namun pengunjuk rasa terus berorasi, hingga Kadishub Pamekasan, Ajib Abdullah datang.

Ketua Umum FARA, Abdur Rahman, mengungkapkan alasan dewan dan dishub agar mencabut Perda Parkir Berlangganan di Pamekasan, karena perda itu hanya diperuntukan bagi masyarakat kota.

Sebab lokasi parkir berlangganan berada di kota, sedang di desa tidak ada.

Halaman
12
Penulis: Muchsin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved