Virus Corona di Surabaya

Penjelasan Pakar Microbiologi Klinik UC Surabaya terkait Virus Corona: Kenali 4 Hal ini Gejalanya

Corona Virus (nCoV) kini menjadi perhatian dunia. Kemunculannya pertama kali diketahui di Kota Wuhan, China, hingga menyebar ke sejumlah negara.

Penjelasan Pakar Microbiologi Klinik UC Surabaya terkait Virus Corona: Kenali 4 Hal ini Gejalanya
surya.co.id/zainel arif
Wira Widjaya Lindarto, dr, SpMK (kiri) dan saat dia praktik di Laboratorium Microbiologi Universitas Ciputra Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Corona Virus (nCoV) kini menjadi perhatian dunia. Kemunculannya pertama kali diketahui di Kota Wuhan, China, hingga menyebar ke sejumlah negara.

Bahkan 12 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang kini menumpuh pendidikan di kota tersebut terisolasi.

Terkait hal tersebut, pakar Microbiologi Klinik Universitas Ciputra Surabaya Wira Widjaya Lindarto, dr, SpMK menjelaskan, corona virus merupakan virus yang menyebabkan gangguan pernapasan, demam, batuk, sesak dan kesulitan bernapas.

Namun, salah satu di antaranya dapat menyerang hewan dan manusia yaitu corona virus corona yang diidentifikasi di Wuhan saat ini.

Wira menerangkan, gejala Corona virus ini di antaranya demam, lemas, batuk, dan sesak napas.

Menurutnya, beberapa gejala virus corona perlu diketahui masyarakat agar waspada untuk mengurangi resiko terserang.

"Itu sebabnya, ada baiknya berbagai gejala ini harus sedini mungkin diwaspadai untuk mengurangi resiko serangan virus tersebut," kata Wira saat diwawancarai surya.co.id, Senin (27/1/2020).

Menurut Wira, kondisi musim dingin yang terjadi di China, disinyalir menjadi penyebab semakin memberatkan kondisi dan memperbesar kemunkinan terserang virus Corona.

"Saya menduga bahwa musim dingin yang terjadi di China, memperberat kondisi pasien, sehingga berdampak buruk bagi kesehatan seperti infeksi berat (sepsis), kondisi syok, gagal pernapasan, hingga meninggal dunia," kata dia.

Namun, setelah menemukan gejala-gejala di atas, Corona virus dapat menyebar dari orang yang terinfeksi melalui udara.

"Partikel virus dapat ditularkan melalui udara atau melalui droplet atau cairan berukuran mikron yang dikeluarkan saat batuk atau bersin, partikel virus tersebut juga dapat ditularkan dari manusia ke manusia lain setelah kontak dengan benda yang terkontaminasi nCoV," kata Wira.

"Kemudian menyentuh hidung, mulut atau mata. Hal ini akan menyebabkan virus tersebut masuk melalui saluran pernafasan sehingga merusak sel-sel jaringan paru, karena itu sangat penting untuk menjaga higiene dan kebersihan diri dengan jalan mencuci tangan dan melaksanakan etika batuk secara benar," imbuhnya

Menanggapi isu kemungkinan tersebarnya virus melalui makanan, ia menjelaskan bahwa hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Wira menjelaskan, beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah Corona virus saat mengonsumsi makanan.

"Contohnya makan telur, diharuskan makan makanan yang matang agar terhindar dari penyebaran virus, sedangkan jika dimasak dengan setengah matang/mata sapi yang kuningnya masih basah, itu akan menjadi wadah pertumbuhan virus," pungkasnya.

Penulis: Zainal Arif
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved