Berita Trenggalek

Bertekad Keluar dari Penerima PKH, Penyandang Disabilitas di Trenggalek Yakin Mampu Mandiri

Total sudah 538 warga Trenggalek keluar dari PKH. Sementara total penerima PKH di Trenggalek di atas 300 ribu keluarga.

SURYA.co.id/Aflahul Abidin
Wahyu Sudrajat (48), warga Trenggalek yang mundur secara mandiri dari penerima Program Keluarga Harapan. 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Wahyu Sudrajat (48) seorang penyandang disabilitas asal Desa Sumbirejo, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek menyatakan diri keluar dari penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Ia masuk sebagai penerima PKH sejak 2018. Kini, ia merasa yakin bisa mandiri secara ekonomi lewat usaha cat mobil kecil-kecilan yang ia jalankan.

"Masih banyak masyarakat yang taraf ekonominya jauh di bawah saya," kata Wahyu, saat ditanya alasannya ingin mundur sebagai penerima PKH.

Wahyu selama ini menerima tiga bantuan PKH, yakni Kartu Indonesia Sehat (KIS), Batuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Dari tiga bantuan itu, ia hanya masih akan menerima bantuan KIS.

Pria yang punya kelainan di kakinya itu juga yakin akan bisa menyekolahkan sang anak yang sekarang duduk di Kelas 2 SMP dengan dana pribadi.

"Saya punya kemampuan ngecat mobil dan lainnya. Dengan bantuan yang sudah saya terima kemarin, Insya Allah bisa lepas dari PKH," kata Wahyu,

Pendapatan dari bengkel yang ia kelola sebenarnya tak pasti. Rata-rata Wahyu mengaku bisa mendapat penghasilan sekitar Rp 1 juta per bulan.

"Saya yakin Tuhan akan ngasih lebih dari itu ke depannya," sambung Wahyu.

Kepala Desa Sambirejo, Karyanto menjelaskan, Wahyu adalah satu-satunya warga desa yang berani mengundurkan diri dari penerima PKH.

Ia berharap, sosoknya bisa menjadi inspirasi bagi warga penerima PKH lain yang tingkat ekonominya setara atau di atas Wahyu.

"Dari sisi ekonomi, kami menilai Mas Wahyu jauh dari kata layak. Tapi beliau semangat menjalani hidup dan Alhamdulillah menampakkan permbangan baik," kata dia.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Trenggalek, Ratna Sulisyowati mengatakan sudah ada 100 warga yang mundur dari PKH setelah pemasangan stiker beberapa waktu lalu.

Sementara, mundurnya Wahyu di luar dari alasan pemasangan stiker.

Dengan tambahan 100 keluarga itu, total sudah 538 warga Trenggalek keluar dari PKH. Sementara total penerima PKH di Trenggalek di atas 300 ribu keluarga.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved