Berita Kediri

Begini Penjelasan Humas PT KAI Soal Siswa SD di Kediri yang Terserempet KA Gajayana

Menyusul kejadian itu, KA Gajayana relasi Gambir-Malang sempat berhenti di kilometer 179+6 guna pengecekan kondisi dan sarana.

Begini Penjelasan Humas PT KAI Soal Siswa SD di Kediri yang Terserempet KA Gajayana
SURYA.co.id/Didik Mashudi
Personel Polsek Ngadiluwih dan Polsuska melakukan olah TKP di Dusun Kendaldoyong, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Selasa (28/1/2020). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Kereta Api (KA) Gajayana yang menyerempet Mohammad Kezhuwin Marce (11) pelajar kelas 3 SD warga Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih, terjadi akibat korban saat berlari melintasi jalur KA tanpa menoleh ke kiri dan kanan di Dusun Kendaldoyong, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Selasa (28/1/2020).

Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko menjelaskan, dari kronologi yang diterima aparatnya, kejadian itu berlangsung saat Mohammad Kezhuwin Marce dalam perjalanan berangkat sekolah.

Namun, korban saat melintasi jalur KA dengan berlari tanpa melihat kanan kiri sehingga tidak mengetahui adanya KA yang akan melintas.

Akibatnya korban tersenggol KA Gajayana yang mengakibatkan tangan kirinya mengalami patah tulang.

Menyusul kejadian itu, KA Gajayana relasi Gambir-Malang sempat berhenti di kilometer 179+6 guna pengecekan kondisi dan sarana.

Setelah dilakukan pengecekan oleh Rohman, selaku masinis KA 76A sarana dinyatakan aman. Masinis juga menghubungi pihak pengamanan Stasiun Ngadiluwih.

Selanjutnya petugas Security Stasiun Ngadiluwih menuju ke lokasi kejadian guna melakukan penyisiran.

Petugas kemudian menghubungi Polsek Ngadiluwih untuk proses lebih lanjut.

Ixfan menjelaskan, korban mengalami luka patah tangan kiri serta telah dievakuasi ke Puskesmas Ngadiluwih dan dirujuk ke RSUD Gambiran 2 Kota Kediri.

Saat Berangkat Sekolah, Pelajar SD di Kediri Terserempet Kereta Api, Begini Kondisinya

"KA Gajayana mengalami kelambatan 20 menit di Stasiun Ngadiluwih," jelasnya.

Diimbauan kepada seluruh warga masyarakat, sesuai Undang-undang No 23 /2007 tentang Perkeretaapian, pasal 181 setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret, menggerakkan, meletakkan atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api. Atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved