Berita Gresik

Awal Tahun 2020, Petrokimia Gresik Akan Distribusikan Pupuk Bersubsidi 744.816 Ton

Awal musim tanam, PT Petrokimia Gresik sudah menyiapkan stok pupuk bersubsidi untuk dikirim ke distributor.

Awal Tahun 2020, Petrokimia Gresik Akan Distribusikan Pupuk Bersubsidi 744.816 Ton
surya.co.id/sugiyono
Pupuk bersubsidi di gudang PT Petrokimia Gresik siap didistribusikan ke distributor, Selasa (28/1/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK - Awal musim tanam, PT Petrokimia Gresik sudah menyiapkan stok pupuk bersubsidi untuk dikirim ke distributor.

Pada awal tahun ini sudah menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebesar 744.816 ton.

Padahal, alokasi pupuk bersubsidi nasional tahun 2020 sebesar 7,94 juta ton dan PG mendapat alokasi penyaluran sekitar 4,17 juta ton.

Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik Yusuf Wibisono, mengatakan, penyaluran pupuk bersubsidi pada awal tahun ini PG telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebesar 744.816 ton.

Rinciannya, pupuk Urea 48.881 ton, ZA 129.075 ton, SP-36 132.830 ton, NPK Phonska 421.288 ton dan organik Petroganik 12.742 ton.

Untuk Kabupaten Gresik, PG menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebesar 161.737 ton.

Rinciannya pupuk Urea 900 ton, ZA 13.926 ton, SP-36 30.206 Ton, NPK Phonska 116.477 ton, dan organik Petroganik 228 ton.

Wilayah yang menjadi tanggungjawab Petrokimia Gresik yaitu, untuk pupuk Urea di 27 Kabupaten di Jawa Timur, NPK Phonska di seluruh Indonesiq, kecuali 17 kabupaten di Jawa Barat, Petroganik di seluruh Indonesia, kecuali Banten dan Jawa Barat, ZA dan SP-36 di seluruh Indonesia.

Petani yang berhak atas pupuk bersubsidi adalah petani yang menggarap lahan tidak lebih dari 2 hektar, tergabung dalam kelompok tani (Poktan) dan menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

"Untuk distribusi, Petrokimia Gresik berpedoman pada Peraturan Menteri Perdagangan atau Permendag Nomor 15/2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian," kata Yusuf.

Lebih lanjut Yusuf mengatakan, dalam penyaluran pupuk, PG memegang teguh prinsip 6 Tepat, yaitu tepat tempat, tempat harga, tepat jumlah, tepat mutu, tepat jenis, dan tepat waktu.

"Dalam pendistribusian pupuk bersubsidi, pemerintah turut mengawasi melalui Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) yang terdapat di seluruh daerah, baik di tingkat provinsi hingga kabupaten," imbuhnya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved