Berita Surabaya

Perlu Skill Terlatih untuk Hadapi Hewan Liar, Warga Lebih Baik Lapor ke Petugas

Saya melihat masuknya satwa liar seperti ular dan monyet ke permukiman warga, dipicu oleh berbagai faktor

Perlu Skill Terlatih untuk Hadapi Hewan Liar, Warga Lebih Baik Lapor ke Petugas
christine ayu nurchayanti/surya
Kepala Divisi Profesi Asosiasi Dokter Hewan Satwa Liar, Akuatik, dan Hewan Eksotik Indonesia (Asliqewan-PDHI), Drh Nur Purba Priambada 

SURYA.co.id | SURABAYA - Saya melihat masuknya satwa liar seperti ular dan monyet ke permukiman warga, dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya yakni berkurangnya habitat satwa liar akibat alih fungsi lahan.

Secara historis, misalnya, karena permukiman warga dulunya merupakan hutan atau ladang habitat ular atau monyet. Bisa juga karena mereka merupakan hewan peliharaan yang terlepas.

Kedatangan satwa liar seperti ular juga dapat dipicu oleh lingkungan yang buruk, seperti pengelolaan sampah yang kurang baik serta lingkungan yang kotor sehingga mengundang tikus yang merupakan mangsa ular.

Hal pertama yang harus dilakukan ketika bertemu dengan satwa liar di area permukiman adalah tetap tenang dan awas.

Hewan liar, seperti ular, tidak menyerang selama kita tenang dan tidak membuat gerakan yang tiba-tiba.

Dalam menangani hewan liar perlu skill yang terlatih.

Jika warga menemukan hewan liar di lingkungannya, saya imbau dan sarankan segera memanggil pihak profesional seperti Dinas PMK melalui Command Center 112.

Sebab, penanganan hewan liar tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang.

Biasanya, pihak terkait telah diberikan pelatihan secara khusus untuk mengangani kondisi ini.

Beberapa skill yang harus dimiliki, secara garis besar di antaranya memahami jenis dan karakteristik hewan liar yang dihadapi lantaran setiap satwa memilki karakteristik yang berbeda.

Halaman
1234
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved