Berita Nganjuk

Pelajar Nganjuk Dipukuli 3 Pria, Polisi Sebut Penganiayaan Itu dari Hasutan Seseorang

Polisi menangkap tiga tersangka pelaku penganiayaan terhadap pelajar Nganjuk.

ahmad amru muiz/surya
Kapolres Nganjuk, AKBP Handono Subiakto, menunjukkan barang bukti penganiayaan oleh tiga tersangka 

SURYA.co.id | NGANJUK - Polisi menangkap tiga tersangka pelaku penganiayaan terhadap pelajar Nganjuk. Mereka Krisgianto (31), Fahmi Ari Kusuma (27), dan Rudi Agus Andrianto (25), semuanya warga Kelurahan Sukomoro Nganjuk.

Kapolres Nganjuk, AKBP Handono Subiakto, mengatakan korban penganiayaan adalah tiga pelajar asal Desa Bukur, Patianrowo, Nganjuk. Mereka adalah RP (14) mengalami luka memar pada bawah mata kanan, DY (17) mengalami luka pada telingan sebelah kanan, dan FR (14) mengalami luka memar pada pipi sebelah kanan.

“Sebenarnya ada delapan pelaku yang diamankan, namun hanya tiga yang memenuhi unsur tersangka sehingga ditahan,” kata Handono , Senin (27/1/2020).

Dikatakan Handono Subiakto, kasus itu berawal saat ketiga korban dengan mengendarai dua sepeda motor pulang dari acara ngopi bareng dari salah satu warung di Desa Ngrengket Kecamatan Sukomoro.

Ketika sampai di depan toko swalayan Werungotok, pelajar itu dihadang oleh sekelompok orang yang tanpa bicara apapun langsung menganiaya korban.

Saat itu ada warga yang melerai, dan korban melanjutkan perjalanan ke arah timur.

Sesampainya di depan Pasar Sukomoro korban kembali dihadang oleh sekelompok orang, dan kembali dianiaya.

Akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Sukomoro.

Bersama Satreskrim Polres Nganjuk, Reskrim Polsek Sukomoro langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran para tersangka.

Jajaran Satreskrim dan Reskrim Polsek Sukomoro akhirnya dapat mengamankan delapan orang yang diduga melakukan penganiayan tersebut.

“Dan setelah dilakukan pemeriksaan, sementara hanya tiga orang yang memenuhi unsur sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. Sedangkan lima orang lainnya dikenai wajib lapor,” ucap Handono Subiakto.

Para tersangka penganiayaan, ungkap Handono Subiakto, dijerat dengan UU nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hingga 3 tahun penjara.

Sedangkan dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan tersangka, tambah Handono Subiakto, kasus penganiayaan tersebut berlatar belakang adanya ketersinggungan pelaku dan hasutan.

Para tersangka tanpa melihat korban itu masih anak-anak atau sudah dewasa langsung dianiaya.

"Jadi kasus ini bukan persoalan antar perguruan silat, melainkan persoalan ketersinggungan pelaku dan hasutan dari seseorang yang masih terus kami selidiki," tutur Handono Subiakto.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved