Berita Magetan

Normalisasi Sungai Gandong di Magetan mulai Dikerjakan, Berada di Jurang 26 Meter

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPU PR) Magetan mulai menormalisasi Sungai Gandong.

surya.co.id/doni prasetyo
Ekskavator dari BBWS Daerah Aliran Sungai (DAS) Solo menyusuri  sungai Kali Ganding setelah menuruni jurang sedalam 26 meter untuk menormalisasi aliran Sungai Kali Gandong. Normalisasi sungai itu telah dimulai, Minggu (26/1/2020). 

SURYA.co.id | MAGETAN - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPU PR) Kabupaten Magetan mulai menormalisasi aliran Sungai Kali Gandong Magetan, Minggu (26/1/2020).\

Sungai ini berada di bawah jurang sedalam 26 meter dan  membentang di tengah Kota Magetan.

Kali Gandong sejak tiga tahun lalu terus mengalami longsor,  apalagi memasuki musim penghujan.

Longsor pertama, hampir memutuskan Jalan Thamrin, di Magetan Kota yang merupakan jalan kabupaten ini.

"Rencananya, BPWS akan menornalisasi aliran sungai dengan memindahkan aliran sungai ke sisi Utara, menjauh dari lokasi tebing longsor sebelumnya. Ini dilakukan agar longsor tidak terus bertambah,"kata Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) DPU PR Kabupaten Magetan, Yuli K Iswahjudi, Minggu (26/1).

Dkatakan Yuli, tercatat sejak tahun 2018 sampai Januari 2020, lokasi ini sudah lebih dari tiga kali mengalami longsor. Namun awal tahun 2020 ini, longsor dilokasi itu yang terparah.

"Longsor terakhir diawal tajun 2020 lalu itu yang terbesar dan sudah mulai mengancam sebagian pemukiman warga di Magetan Kota. Bahkan satu lokal bangunan dapur milik Hariadi warga Jalan Thamrin sudah runtuh ke jurang Kali Gandong,"kata Yuli.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), sementara fokus pada pengalihan arus sungai. Untuk tehnik permanennya, Bidang SDA DPU PR Kabupaten Magetan belum tahu.

"DPU PR bersama DPRD Kabupaten Magetan remcananya masih akan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) DAS Solo,"kata Yuli.

Saat pelaksanaan normalisasi mengembalikan aliran sungai Kali Gandong yang dilakukan BBWS DAS Solo, Kepala Bidang SDA DPU PR bersama anggota DPRD Kabupaten Magetan sempat menyaksikan, dan ikut turun ke sungai.

Bahkan Suyono Keling, Ketua Komisi D yang membidangi pembangunan, menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan lambat mengusulkan ke BBWS Solo. Baru setelah sejumlah warga di aliran sungai itu berada ditebing jurang sungai Kali Gandong, Pemiab baru terlihat turun tangan.

"Pemkab Magetan lambat mengusulkan ke DAS Solo. Padahal kejadian longsor ini sejak tidak tahun lalu. Sekarang ini terlambat, dan pastinya banyak biaya yang akan dilakukan,"kata Suyono.

 
 

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved