Breaking News:

Berita Tuban

Nelayan Tuban Nyambi Kurir Obat Terlarang, Hanya Diberi Upah Rp 150 Ribu Berakhir Bui

Seorang nelayan asal Tuban harus mendekam di penjara setelah tertangkap tangan membawa ribuan butir pil dobel L.

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Parmin
surya.co.id/m sudarsono
Polres Tuban merilis sejumlah pelaku kejahatan, salah satunyua GAS (25) tunjuk tangan saat namanya disebut. Nelayan ini nyambi kurir pil dobel La saat diperlihatka dalam rilis di Mapolres Tuban, Minggu (26/1/2020).  

SURYA.co.id | TUBAN - Seorang nelayan asal Tuban harus mendekam di penjara setelah tertangkap tangan membawa ribuan butir pil dobel L.

Pria tersebut diketahui berinisial GAS (25), warga Desa Glodog, Kecamatan Palang.

Dia ditangkap petugas Satreskoba Polres Tuban di sebuah jembatan penghubung Palang-Tuban, tepatnya di Desa Kradenan, Palang.

Kepada petugas, pelaku mengaku mendapat upah sebagai pengantar Rp 150 ribu untuk 1000 butir pil dobel L.

Namun GAS membawa 10 ribu butir, yang jika diakumulasikan mendapat Rp 1,5 juta dari jasa antarnya tersebut. 

"Upahnya Rp 150 ribu per 1000 butir pil dobel L," ujarnya di Mapolres, Minggu (26/1/2020).

Dia tak menyangka jika apa yang dilakukan akan berbuah pidana, padahal saat berada di lokasi untuk mengantarkan barang terlarang tersebut, GAS juga belum sempat bertemu dengan orang yang dimaksud.

Namun lebih dulu petugas polisi mencokoknya dengan barang bukti yang ada, yaitu 10 ribu butir pil dan 2 buah kresek hitam.

"Saya tidak sempat ketemu dengan orang yang dimaksud oleh yang menyuruh," ucapnya menyesal.

Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono menyatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan atas kasus tersebut.

Berdasarkan keterangan, pelaku sudah dua kali bertugas mengantarkan barang haram tersebut.

"Masih kita kembangkan kasusnya, termasuk siapa yang menyuruh. Pelaku kita jerat UU 36 tahun 2009 tentang Kesehatan ancaman hukuman 15 tahun penjara," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved