Berita Pasuruan

Kasus Ambruknya Atap SDN Gentong Kota Pasuruan mulai Disidangkan, Dua Terdakwa Diancam Pasal ini

Kasus ambruknya atap SDN Gentong Kota Pasuruan beberapa waktu lalu memasuki babak baru.

surya.co.id/galih lintartika
Sidang perdana kasus ambruknya atap SDN Gentong Kota Pasuruan digelar di PN Kota Pasuruan, Senin (27/1/2020). 

SURYA.co.id | PASURUAN - Kasus ambruknya atap SDN Gentong Kota Pasuruan beberapa waktu lalu memasuki babak baru.

Insiden yang merenggut dua korban meninggal itu  akhirnya mulai disidangkan Pengadilan Negeri (PN) Kota Pasuruan, Senin (27/1/2020).

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan ini menghadirkan dua terdakwa, yakni Dedy Maryanto (39) Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan dan Sutaji Efendi (56) warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hafidi, mengatakan, Jaksa mendakwa dua terdakwa dengan dua pasal yakni Pasal 359 dan 360 (2) KUHP.

"Ancaman hukumannya untuk Pasal 359 maksimal hukumannya 5 tahun, sedangkan pasal 360 ayat 2 maksimal hukumannya 9 bulan penjara," kata JPU usai sidang.

Dia menjelaskan, dalam kasus ini, kedua terdakwa menolak didampingi pengacara.

Kata dia, itu adalah hak penuh terdakwa. Ia juga menghormati keputusan kedua terdakwa.

Sebelum sidang, pihaknya sudah beberapa kali menawarkan pendampingan pengacara.

Akan tetapi, keduanya menolak didampingi pengacara. Ia menyebut, kedua terdakwa memilih menjalani sendiri rangkaian sidang hingga vonis nanti.

"Kami tidak akan memaksa. Toh mereka juga sudah menerima semua dakwaan yang sudah kami bacakan hari ini. Jadi tidak akan berpengaruh dengan proses hukum yang berjalan, ada atau tidak pendampingan pengacara tidak bermasalah," jelasnya.

Justru, kata dia, dengan tidak adanya pendampingan pengacara terdakwa, pihaknya memprediksi sidang akan berjalan dengan cepat.

Rencananya, pekan depan, sidang sudah mulai beragendakan keterangan saksi dan saksi ahli.

Atap SDN Gentong Kota Pasuruan ambruk pada 5 November 2019.

Kejadian ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia, satu siswa dan satu guru.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved