Berita Surabaya

Banyak Laporan Hewan Liar Masuk Pemukiman Warga, Dinas PMK Surabaya Bentuk Tim Orong-Orong

Banyak laporan masyarakat terhadap kemunculan hewan-hewan liar, terutama saat musim hujan, membuat Dinas PMK Surabaya membentuk Tim Orong-Orong.

Banyak Laporan Hewan Liar Masuk Pemukiman Warga, Dinas PMK Surabaya Bentuk Tim Orong-Orong
Dinas PMK Surabaya
Anggota Tim Orong-Orong tengah mengevakuasi seekor ular yang meresahkan warga. Dinas PMK Surabaya membentuk Tim Orong-Orong untuk mengantisipasi ancaman hewan liar. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Banyak laporan masyarakat terhadap kemunculan hewan-hewan liar, terutama saat musim hujan, membuat Dinas PMK Surabaya membentuk Tim Orong-Orong. Dibentuk Juli 2018 lalu, Tim Orong-Orong siap untuk mengamankan hewan liar yang meresahkan warga.

"Selain juga pemadaman, Tim Orong-Orong juga dapat melakukan penanganan trafic accident, animal rescue, hight vertical rescue, yang dibutuhkan warga Surabaya," kata Komandan Pleton Tim Orong-Orong PMK Surabaya, M Didik Arisantoso, Sabtu (25/1/2020).

Didik menyebut saat ini ada sekitar 60 personel Tim Orong-Orong yang masih terpusat di PMK Pasar Turi Surabaya.

"Saat ini masih ada terpusat (PMK Pasar Turi Surabaya). Ke depan mungkin akan ke wilayah-wilayah kecamatan. Tapi yang pasti kami 24 jam melayani warga Surabaya di manapun," tambahnya.

Terkait salah satu layanan animal rescue, Didik menegaskan jika anggotanya telah dibekali oleh pelatihan khusus dan sertifikasi.

"Personel kami sudah dilatih khusus dan dapat sertifikat terkait penanganan hewan liar. Seperti ular dan monyet itu kami dilatih oleh instruktur dari Kebun Binatang Surabaya. Khusus untuk monyet, kami kerjasama dengan SKPD linmas karena mereka punya semacam alat biusnya," lanjut Didik.

Didik menyebut keselamatan personel adalah yang paling utama dalam proses rescue tersebut.

Para personel dibekali peralatan mumpuni termasuk pakaian standar penanganan hewan liar seperti APD, snake stik, penutup kepala dan wajah khusus untuk lebah.

"Hewan yang paling sulit ditaklukkan itu monyet, karena monyet kan sifatnya liar dan berlari-lari gitu," terangnya.

Tak hanya hewan liar yang masuk ke pemukiman warga, Tim Orong-Orong juga kerap melakukan penyelamatan terhadap hewan-hewan yang terjebak kondisi sulit, seperti terjepit, masuk gorong-gorong dan sebagainya.

"Hewan itu tidak selalu liar yang masuk ke pemukiman warga, tapi ada juga laporan hewan terjepit, masuk gorong-gorong, itu juga kami tangani. Kemudian laporan hewan peliharaan yang pemiliknya tak mampu memelihara lagi. Itu nanti akan kami serahkan ke BKSDA," lanjut Didik.

Sejauh ini, hewan yang banyak ditangani oleh tin Orong-Orong sepanjang 2019 lalu adalah evakuasi ular berbagai jenis, seperti piton, kobra dan ular air.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved