Berita Blitar

Pemkot Mulai Buat Perencanaan untuk Renovasi Gedung DPRD Kota Blitar

Saat ini, Pemkot Blitar mulai melakukan survei untuk membuat perencanaan renovasi gedung DPRD Kota Blitar.

Pemkot Mulai Buat Perencanaan untuk Renovasi Gedung DPRD Kota Blitar
SURYA.co.id/Samsul Hadi
Kondisi gedung DPRD Kota Blitar yang rencananya akan direnovasi. 

SURYA.co.id | BLITAR  - Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mulai melakukan survei untuk membuat perencanaan renovasi gedung DPRD Kota Blitar.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Blitar, Hakim Sisworo mengatakan feasibility study (FS) terkait rencana renovasi gedung DPRD sudah jadi. Sekarang, DPUPR menindaklanjuti hasil FS dengan melakukan survei di lokasi.

"Survei ke lokasi ini untuk membuat perencanaan terkait rencana renovasi gedung dewan," kata Hakim, Minggu (26/1/2020).

Dikatakannya, survei lokasi untuk menentukan kemungkinan-kemungkinan dalam proses renovasi gedung dewan.

Hasil survei itu akan menentukan apakah proses renovasi gedung dewan dilakukan secara total atau hanya sebagian.

"Apakah nanti dibongkar total atau sebagian, masih kami survei dulu. Soalnya, gedung ini bangunan lama, kalau hanya dibangun sebagian pastinya akan ada dampak di bangunan lama," ujarnya.

Selain survei lokasi, kata Hakim, DPUPR juga akan melengkapi sejumlah administrasi terkait rencana renovasi gedung dewan. Sejumlah administrasi itu meliputi amdal lalu lintas dan UKL UPL.

"Tahun ini kami fokus membuat perencanaan rencana renovasi gedung dewan," katanya.

Ketua DPRD Kota Blitar, Syahrul Alim mengatakan renovasi gedung dewan memang perlu segera dilakukan. Terutama terkait masalah parkir di gedung dewan.

Menurutnya, areal pakir di gedung dewan belum memenuhi syarat. Ketika ada rapat paripurna, kendaraan peserta rapat harus parkir di pinggir jalan. Kondisi itu jelas mengganggu arus lalu lintas.

"Sebenarnya, yang perlu segera dibangun adalah lahan parkirnya. Kalau gedungnya, hanya direnovasi sedikit saja tidak masalah. Soalnya, kalau ada rapat paripurna, peserta yang bawa mobil bertambah. Parkirnya di pinggir jalan bisa panjang sampai Kodim," ujarnya.

Menurutnya, renovasi gedung dewan tidak perlu secara total selama bisa menyiasati masalah lahan parkir. Sebab, kalau dilakukan renovasi total, anggaran yang dibutuhkan lumayan besar.

"Kalau direnovasi total anggarannya bisa mencapai Rp 30 miliar. Karena harus ada basement untuk lahan parkir. Berarti gedungnya harus bertingkat. Karena anggarannya besar, kami minta tidak direnovasi total yang penting lahan parkirnya diperluas," katanya.

Dikatakannya, dewan juga sudah pernah melakukan survei di beberapa lokasi untuk memindah gedung dewan. Tetapi, setelah dilakukan survei, lokasi yang tepat tetap berada di lokasi gedung lama.

"Sejumlah tempat yang kami survei kurang cocok untuk gedung dewan. Akhirnya tetap di lokasi gedung lama hanya dilakukan renovasi saja, terutama memperluas lahan parkirnya," katanya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved