Berita Gresik

Lewat Seni Bela Diri, Siswa SMP Muhammadiyah Dikenalkan Jiwa Antikorupsi sejak Dini

Para siswa SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik mengikuti kegiatan one day sprot and environment berupa pencat silat, Minggu (26/1/2020).

Lewat Seni Bela Diri, Siswa SMP Muhammadiyah Dikenalkan Jiwa Antikorupsi sejak Dini
surya.co.id/sugiyono
SENI PENCAK SILAT - Para siswa SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik mengikuti kegiatan one day sprot and environment berupa pencat silat, Minggu (26/1/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK - Para siswa SMP Muhammadiyah 12 Gresik Kota Baru (GKB), Jl Jawa, Kecamatan Manyar, mengadakan one day sprot and environment berupa kegiatan pengenalan seni pencak silat, Minggu (26/1/2020). Harapannya, bisa meningkatkan jiwa sportivitas dan menanamkan jiwa kejujuran.

Wakil Ketua Kepala Sekolah (Waka) bidang kurikulum SMP Muhammadiyah 12 GKB, Anis Shofatun, mengatakan, kegiatan one day sprot and environment diisi dengan kegiatan pengenalan seni bela diri kepada para siswa.

Harapannya, para siswa bisa menjaga diri dari tindak kriminalitas yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Selain itu, diharapkan bisa menumbuhkan jiwa sportivitas dan kepribadian yang bertanggung jawab, disiplin dan jiwa kompetitif.

Beberapa kegiatan seni bela diri yang ditampilkan yaitu tapak suci, taekwondo, wusu dan taulo.

"Dengan adanya pelatihan seni bela diri ini, siswa akan muncul jiwa sportivitas. Selain itu, bisa muncul atlit-atlit yang bisa menjadi juara," kata Anis.

Menurut Anis, kegiatan one day sprot and environment ini, merupakan penyaluran bakat dan minat para siswa SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik.

"Sejak awal daftar sekolah ke SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, sudah ada penggalian bakat dan minat. Ada yang akademik dan non akademis, sehingga yang non akademik kita salurkan pada ekstrakurikuler," imbuhnya.

Sementara perwakilan ikatan wali murid (Ikwam) SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, Joko Nugroho mengatakan, kegiatan pelatihan seni bela diri sangat baik. Sebab, bisa menanamkan mental disiplin, keberanian dan mental kejujuran.

Dukungan tersebut karena, seni bela diri diharapkan bisa membentuk karakter kejujuran. Sebab, kalau tidak jujur, akan menggunakan segala cara dalam bertanding, sehingga tidak sportif.

"Jiwa sportivitas tertanam pada siswa. Sehingga, pada siswa muncul nilai-nilai kejujuran. Karena kejujuran bisa memunculkan nilai-nilai anti korupsi. Sekarang ini, waktunya menanamkan sikap kejujuran," kata Joko. 

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved