Berita Jember

Aksi Tipu-Tipu di Proses Hukum Pasar Manggisan, Berani Catut Nama Jaksa Kejari Jember

Proses hukum dugaan korupsi proyek revitalisasi Pasar Manggisan rupanya dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggungjawab.

SURYA.co.id/Sri Wahyunik
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Jember, Setyo Adhi Wicaksono (kiri) dan Kepala Seksi Intelijen Kejari Jember, Agus Budiarto (kanan). 

SURYA.co.id | JEMBER  - Proses hukum dugaan korupsi proyek revitalisasi Pasar Manggisan rupanya dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggungjawab.

Beberapa orang saksi dalam perkara itu mengaku dihubungi oleh orang yang mengaku sebagai kepala Seksi Pidana Khusus dan Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Jember.

Bahkan ada yang mengaku sebagai kepala Kejari Jember.

Orang-orang itu berusaha memeras dan menipu para saksi. Orang tidak bertanggungjawab ini mulai beraksi sejak jaksa menetapkan tersangka di perkara itu, Rabu (22/1/2020) lalu.

"Ada orang-orang yang mengaku sebagai kepala Seksi Pidana Khusus, kepala Seksi Intelijen, bahkan Kajari Jember. Dia meminta uang, ya nipu dan meras gitu-lah. Mereka mengirimkan pesan kepada sejumlah orang yang dimintai keterangan," ujar Kepala Seksi Intelijen Kejari Jember, Agus Budiarto, Minggu (26/1/2020).

Si pemberi pesan mengaku bisa membantu dalam penanganan perkara tersebut.

"Janjinya ya begitu, bisa membantu menangani perkara. Meringankan, SP3 (surat penghentian penyidikan dan penuntutan). Kami pastikan, kami tidak melakukan itu. Tidak ada satu pun yang menghubungi, apalagi memberikan janji-janji begitu dan meminta uang," tegas Agus.

Karenanya, pihaknya meminta mereka yang menjadi saksi dalam perkara ini, atau pun yang menjadi tersangka untuk tidak mempercayai pesan tersebut.

Agus menegaskan Kejari Jember tidak main-main dalam penanganan perkara tersebut.

Hal senada diakui oleh Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Jember, Setyo Adhi Wicaksono. Dirinya didatangi oleh salah satu saksi dalam perkara tersebut.

Saksi itu mengaku mendapatkan pesan dari seseorang yang mengaku sebagai Kasipidsus Kejari Jember. Dalam pesannya, dia bisa menjanjikan membantu penanganan perkara itu.

Rupanya peristiwa itu tidak hanya menimpa pada satu orang, namun ada beberapa orang saksi. Baik itu saksi dari unsur PNS Pemkab Jember maupun unsur swasta.

"Itu bukan nomor saya dan saya hanya punya satu nomor yang (nomor) itu juga yang saya laporkan ke KPK. Jadi jangan percaya jika ada yang mengatasnamakan saya, atau Pak Kasi Intel," tegas Adhi.

Seperti diberitakan, pihak Kejari Jember saat ini menyidik dugaan korupsi proyek revitalisasi Pasar Manggisan Kecamatan Tanggul, Jember.

Jaksa sudah menetapkan tiga orang tersangka. Seiring penetapan tersangka itu, rupanya ada orang tidak bertanggungjawab memakai 'cara-cara lama' untuk menipu dan memeras.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved