Daftar 13 Negara Terjangkit Virus Corona, 4 di Antaranya Tetangga Indonesia, Kemenkes Siaga Satu

13 negara dipastikan sudah terjangkit virus Corona. Empat di antaranya adalah negara Asia Tenggara yang lokasi bertetangga dengan Indonesia.

surya/irwan syairwan
Ilustrasi Ruang Isolasi Khusus (RIK) RSU Dr Soetomo, Sabtu (10/5/2014). 

SURYA.CO.ID – 13 negara dipastikan sudah terjangkit virus Corona. 

Empat di antaranya adalah negara Asia Tenggara yang lokasi bertetangga dengan Indonesia. 

Dari 13 negara yang terangkit virus corona ini, kasus paling banyak terjadi di China mencapai 1.287 kasus dan 41 di antaranya dilaporkan meninggal dunia. 

Berikut daftar lengkap negara terjangkit virus corona hingga Sabtu (25/1/2020).

1. China

Hingga Sabtu (25/1/2020) siang waktu setempat, total kasus Virus Corona di China mencapai 1.287 kasus.

Mengutip South China Morning Post, Provinsi Hubei, dimana Wuhan menjadi ibu kotanya, menjadi tempat kasus Virus Corona terbanyak. yakni mencapai 729.

Sebanyak 41 orang dilaporkan meninggal akibat Virus Corona di China.

39 orang diantaranya berasal dari Hubei.

Sementara dua lainnya dari Provinsi Hebei dan Heilongjiang.

Diketahui, Virus Corona pertama kali muncul di Wuhan pada Desember 2019.

Diduga, penyebaran virus tersebut berasal dari Pasar Seafood Huanan yang menjual hewan-hewan langka dan liar untuk dikonsumsi.

2. Thailand

Dilansir Bangkok Post, kasus pertama Virus Corona di negeri Gajah Putih ini muncul pada 8 Januari 2020.

Sejauh ini, Thailand telah menangani lima kasus Virus Corona.

Pada Jumat (24/1/2020), Wakil Menteri Kesehatan Masyarakat, Satit Pitutecha telah mengonfirmasi kasus kelima infeksi Virus Corona.

Seorang turis wanita berusia 33 tahun dari China terdeteksi terjangkit virus tersebut.

Satit mengatakan, wanita tersebut dan putrinya tiba di Bangkok dari Wuhan pada Selasa (21/1/2020) lalu.

3. Malaysia

Malaysia telah mengonfirmasi kasus Virus Corona pertamanya pada Sabtu (25/1/2020) hari ini.

Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan Malaysia, Dzulkefly Ahmad.

Dikutip dari The Straits Time, tiga warga China yang masuk Malaysia melalui Johor Baru, diketahui telah terinfeksi Virus Corona.

Mereka merupakan kerabat dari seorang pria Wuhan berusia 66 tahun yang saat ini tengah dirawat di Singapura karena virus serupa.

Tiga pasien tersebut saat ini telah dirawat di Rumah Sakit Sungai Buloh di Selangor.

4. Singapura

Kasus Virus Corona pertama di Singapura berasal dari turis China pria 66 tahun dari Wuhan (yang tiga kerabatnya kini dirawat di Malaysia).

Dilansir The Straits Time, Menteri Kesehatan mengonfirmasi total kasus Virus Corona di Singapura ada tiga orang, Jumat (24/1/2020).

Pasien kedua yang terjangkit virus tersebut merupakan pria 37 tahun yang diketahui merupakan putra dari pria 66 tahun.

Sementara pasien ketiga adalah turis wanita China lainnya yang juga berasal dari Wuhan, berusia 53 tahun.

Ketiganya dirawat terpisah dan saat ini dilaporkan dalam kondisi stabil.

5. Taiwan

Dikutip dari Focus Taiwan, jumlah kasus Virus Corona di Taiwan hingga Jumat (24/1/2020), mencapai tiga pasien.

Dua kasus paling baru dikonfirmasi pada Jumat kemarin.

Mereka adalah seorang wanita China berusia 50 tahun dan pria Taiwan yang juga berusia 50 tahun.

Keduanya tiba di Taiwan dari China pada Selasa (21/1/2020) lalu.

Si wanita dan si pria diketahui sama-sama berasal dari Wuhan.

6. Hong Kong

Hingga Jumat (24/1/2020) malam, Hong Kong telah mengonfirmasi ada lima kasus Virus Corona di negara mereka.

Mengutip South China Morning Post, Pusat Perlindungan Kesehatan mengatakan tiga pasien dinyatakan positif virus dan tengah diisolasi di rumah sakit.

Mereka adalah warga Wuhan yang tiba di Hong Kong menggunakan kereta api berkecapatan tinggi.

Sementara dua lainnya merupakan penumpang pesawat yang juga datang dari Wuhan.

7. Jepang

Dikutip dari Japan Times, kasus pertama Virus Corona di Negeri Sakura ini muncul pada pria 40 tahunan yang baru saja berkunjung dari Wuhan, mengalami demam terus menerus dan sakit tenggorokan.

Ia merasakan gejala tersebut sejak masih berada di China pada 14 Januari 2020.

Pada Rabu (22/1/2020), ia dirawat di rumah sakit Tokyo.

8. Macau

Kasus kedua Virus Corona di Macau telah dikonfirmasi pada Kamis (23/1/2020).

Dilansir South China Morning Post, pasien kedua tersebut merupakan turis pria 66 tahun yang tiba dari Wuhan pada Rabu (22/1/2020).

Ia pun dikirim ke Rumah Sakit Conde S Januario untuk dilakukan penyelidikan dan perawatan medis.

Sementara kondisi pasien pertama dinyatakan membaik.

9. Korea Selatan

Pemerintah Korea Selatan mengonfirmasi adanya kasus Virus Corona Wuhan kedua pada Jumat (24/1/2020).

Mengutip Reuters, hal itu disampaikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Kasus pertama di Korea Selatan sendiri terjadi pada Senin (20/1/2020).

Pasiennya adalah wanita 35 tahun yang tiba dari Wuhan.

10. Amerika Serikat

Dilansir BBC, kasus kedua Virus Corona di AS dikonfirmasi pada Sabtu (25/1/2020).

Pasien tersebut merupakan wanita 60 tahun yang tiba di Chicago dari Wuhan.

Kasus pertama virus tersebut di AS teridentifikasi pada Selasa di negara bagian Washington.

Virus Corona menyerang seorang pria yang baru saja kembali dari Wuhan.

11. Vietnam

Dua orang dinyatakan positif terserang Virus Corona di Vietnam.

Mengutip AFP, pasian tersebut merupakan ayah dan anak, dimana sang ayah baru pulang setelah melakukan perjalanan dari Wuhan pada 13 Januari 2020.

Si anak kemudian terpapar virus tersebut dari sang ayah.

12. Prancis

Dikutip dari Washington Post, Kementerian Kesehatan Prancis mengumumkan sudah ada tiga kasus Virus Corona, Sabtu (25/1/2020).

Dua pasien diketahui berlokasi di Paris, sementara seorang lainnya di Bordeaux barat daya Prancis.

Mereka diketahui baru-baru ini melakukan perjalanan ke China.

13. Australia

Masih mengutip Washington Post, Australia telah mengumumkan kasus pertama Virus Corona pada Sabtu (25/1/2020).

Menteri Kesehatan Australia, Jenny Mikakos, mengatakan seorang warga China di Melbourne terinfeksi virus tersebut.

Pria 50 tahunan yang datang dari Wuhan pada Minggu (19/1/2020) tersebut saat ni tengah diisolasi di sebuah rumah sakit.

Saat ini kondisinya diketahui stabil.

Bagaimana dengan Indonesia? 

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menegaskan pihaknya kini siaga satu mengantisipasi masuknya virus corona ke Indonesia. 

Meski begitu, Terawan meminta masyarakat tetap tenang dalam menyikapi kabar persebaran virus corona, yang berasal dari Wuhan, China.

"Saya akan cek semua termasuk pintu-pintu masuk negara," ucap Terawan, seperti dikutip dari situs resmi Kemenkes, Jumat (24/1/2020).

"Kita sudah siaga satu ini, enggak ada tidurnya. Jadi tenang, saya bekerja membantu masyarakat untuk tidak usah khawatir," kata Terawan.

Sebelumnya, Kemenkes mendapat laporan bahwa ada seorang karyawan Huawei yang diduga terjangkit virus corona usai tiba dari China.

Mendapati informasi tersebut, dirinya langsung mendatangi lokasi kejadian di Gedung BRI, Jakarta Pusat.

Karyawan itu kemudian menjalani pemeriksaan medis dan hasilnya dipastikan bahwa ia hanya mengalami flu biasa, bukan terjangkit virus corona seperti dikabarkan.

"Tidak terjadi apa-apa dan sudah dipastikan dia hanya sakit radang tenggorokan biasa. Pasien sudah dicek dan Dinas Kesehatan juga telah memberikan laporan ke saya," kata Menkes.

Terawan pun mengimbau agar semua pihak dapat menyaring setiap informasi yang beredar.

Hal itu untuk menghindari adanya penyebaran informasi tidak benar alias hoaks yang hanya didasarkan pada asumsi, tanpa disertai bukti yang bisa dipertanggungjawabkan.

Selain itu, ia juga meminta, semua pihak untuk berhati-hati dalam membuat pernyataan.

Jangan sampai, informasi yang diberikan melebihi wewenang yang dimiliki sehingga justru membuat kegaduhan di masyarakat.

"Itu kan bukan kapasitasnya untuk mengemukakan seputar virus dan sebagainya, kan kapasitasnya Menteri Kesehatan," kata dia.

Dokter Terawan Murka Petinggi BRI Sebut Ada Karyawan Kena Virus Corona, Setelah Dicek Ternyata
Dokter Terawan Murka Petinggi BRI Sebut Ada Karyawan Kena Virus Corona, Setelah Dicek Ternyata (Youtube Tribunnews dan bbc.co.uk)

Ia menegaskan, pemerintah akan terus memantau setiap perkembangan atas informasi kesehatan yang beredar di masyarakat.

Hal ini untuk memberikan jaminan keamanan bagi seluruh masyarakat.

Editor: Musahadah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved