Breaking News:

VAPE HARAM, Bisa Merusak Tubuh, Alasan Muhammadiyah Larang Rokok Elektrik

Sebagaimana rokok tembakau, vape atau rokok elektrik juga diharamkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase SHUTTERSTOCK/Thinkstockphotos
Ilustrasi rokok elektrik atau vape. 

SURYA.co.id | YOGYAKARTA - Sebagaimana rokok tembakau, vape atau rokok elektrik juga diharamkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Tak lama ini, PP Muhamadiyah melarang rokok elektrik dikonsumi masyarakat. Ada dua alasan yang membuat organisasi Islam terbesar kedua di Indoensia itu mengharamkan.

Pertama, vape disebut kegiatan yang bisa menjatuhkan diri sendiri. Kedua, vape membahayakan bagi orang yang ada di sekitarnya. 

Larangan penggunaan vape tertuang dalam fatwa majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Nomor 01/PER/L1/E/2020 tentang hukum merokok e-cigarette ( rokok elektrik).

Aturan ini keluar setelah berlangsungnya konsolidasi internal antara Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC), Universitas Muhammadiyah Magelang, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Majelis Tarjih dan Tarjid PP Muhammadiyah Wawan Gunawan Abdul Wachid mengatakan, konsolidasi internal itu berlangsung untuk mendukung program regulasi Kawasan Tanpa Rokok.

"Dalam kegiatan ini, Muhammadiyah lewat majelis Tarjih kembali meneguhkan posisi Muhammadiyah terhadap rokok.

Di mana seiring perkembangan kemudian muncul istilah baru rokok elektrik atau vape," ujar Wawan Gunawan Abdul Wachid dalam keterangan tertulis, Jumat (24/01/2020).

Muhammadiyah menganggap tren penggunaan vape begitu mengkhawatirkan.

Anak-anak dan remaja mulai menjadi perokok vape.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved