Korupsi Revitalisasi Pasar Manggisan

Terkuak Lagi Modus Pinjam Bendera Dalam Dugaan Korupsi Dana Revitalisasi Pasar Manggisan di Jember

Modus pinnjam bendera kembali terkuak dalam pengerjaan proyek revitalisasi/rehabilitasi Pasar Manggisan Kecamatan Tanggul, Jember

surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
ES, tersangka baru proyek revitalisasi Pasar Manggisan saat keluar dari ruang pemeriksaan Kejari Jember 

SURYA.co.id | JEMBER - Modus pinnjam bendera kembali terkuak dalam pengerjaan proyek revitalisasi/rehabilitasi Pasar Manggisan Kecamatan Tanggul, Jember.

Setelah sebelumnya konsultan perencana juga meminjam bendera badan usaha lain untuk mengerjakan perencanaan proyek tersebut, kini giliran peminjaman bendera oleh pelaksana proyek terkuak.

Jaksa pun menetapkan seorang tersangka dari unsur pelaksana kegiatan atau proyek. Dia adalah ES (Edi Sandi), seorang yang diberi kuasa direksi oleh direktur PT DPW. PT DPW merupakan perusahaan yang memenangkan lelang pengerjaan proyek fisik rehab Pasar Manggisan.

PT itu berkantor di Jakarta Timur. Meskipun dimenangkan oleh PT DPW, orang yang mengerjakan proyek itu di lapangan adalah orang yang berada di luar struktur perusahaan PT DPW, yakni ES. ES ini mendapatkan kuasa direksi dari sang direktur.

Karena itulah, dia bisa mengerjakan proyek tersebut.

"Hari ini kami Kejari Jember menetapkan satu orang tersangka lagi dalam kegiatan pembangunan Pasar Manggisan, berinisial ES (Edi Sandi). Dia adalah pelaksana kegiatan, kontraktor pembangunan. Dia ini yang membantu kegiatan pembangunan di lapangan, pengawas lapangan lah," ujar Kepala Seksi Intelijen Kejari Jember Agus Budiarto kepada awak media, Jumat (24/1/2020).

Menurut Agus, jaksa telah mengantongi minimal dua alat bukti sehingga bisa menetapkan ES sebagai tersangka.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Jember, Setyo Adhi Wicaksono menambahkan, ES merupakan orang yang menggunakan kuasa direktur PT DPW untuk menjalankan kegiatan proyek tersebut di Jember.

"Dia mengantongi kuasa direktur, akan tetapi bukan orang yang masuh di struktur perusahaan itu. Dia penanggungjawab di sini. Ya istilahnya pinjem bendera," ujar Adhi.

Dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan ES adalah tidak mengerjakan proyek Pasar Manggisan sesuai rencana kerja, sehingga pasar tersebut tidak selesai dan mangkrak. Dia juga diduga meminjam bendera badan usaha PT DPW, yang diduga juga perbuatan melawan hukum.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved