Berita Lamongan

Menyusul SMP Negeri 1, SMPN 2 Lamongan Launching Kelas Digital

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Lamongan Jawa Timur melaunching model pembelajaran e-learning alias kelas digital, Kamis (23/1/2020).

Menyusul SMP Negeri 1, SMPN 2 Lamongan Launching Kelas Digital
surya.co.id/hanif manshuri
Bupati Fadeli melaunching kelas digital di SMPN 2 Lamongan, Kamis (23/1/2020). 

SURYA.co.id l LAMONGAN - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Lamongan Jawa Timur melaunching model pembelajaran e-learning alias kelas digital, Kamis (23/1/2020). 

Model yang mulai diterapkan SMP di jalan Veteran ini menyusul sebelumnya SMP Negeri 1 Lamongan yang lebih awal melaksanakan kelas digital.

Model pembelajaran ini dilaunching Bupati Lamongan, Fadeli. Dan menurutnya, kelas digital sudah menjadi sebuah kebutuhan bagi dunia pendidikan di era yang serba digital seperti saat ini.

"Kelas digital ini menjadi kebutuhan. Kalau tidak dimulai dari sekarang, kita akan ketinggalan," kata Fadeli, usai melaunching kelas digital di SMPN 2 Lamongan.

Menurutnya, kelas digital t menjadi bagian dari program Dinas Pendidikan Lamongan untuk merubah pola pembelajaran lama menuju pola pembelajaran yang lebih modern dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Dinas Pendidikan juga tidak henti-hentinya mengupayakan agar seluruh SMP Negeri di Lamongan memiliki kelas digital.

"Walaupun ada tahapan-tahapan, belum semua sekolah memiliki kelas digital. Ada yang 5 kelas dulu, ada yang 10 kelas," ungkapnya.

Orang nomor satu di Lamongan berharap langkah SMP N 2 Lamongan dapat menginspirasi sekolah lain untuk memiliki kelas digital.

"Harapan saya, seperti SMP N 2 Lamongan ini, semua kelas sudah menjadi kelas digital, meski prosesnya tidak semudah itu," kata Fadeli.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Lamongan, Yayuk Setia Rahayu mengatakan, kelas digital dilengkapi dengan segala peralatan untuk mendukung proses pembelajaran e-learning.

"Semua kelas yang ada di sini sudah menjadi kelas digital. Totalnya 33 kelas yang dilengkapi server akses poin tiap ruangan, sound system dan juga LCD," kata Yayuk.

Dengan demikian, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) akan lebih menyenangkan dan membuat siswa lebih semangat mengikuti pelajaran.

Dibuat proses pembelajaran yang menyenangkan, sehingga anak merasa nyaman berada di kelas maupun di lingkungan sekolah, karena pembelajaran juga tidak hanya di dalam kelas.

" Di kantin bisa, di taman sekolah juga bisa. Materi lebih cepat sampai kepada anak, dan proses pembelajarannya menyenangkan," katanya.

Kini SMP Negeri 2 Lamongan sudah melangkah menjadi sekolah digital. Ini juga merupakan bagian kegiatan diesnatalis, karena pada bulan Januari ini SMPN 2 memasuki usia ke 41.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved