Berita Gresik
Lagi, Prostitusi Berkedok Warkop di Gresik Dibongkar Polisi, Tarif Paling Mahal Cuma Rp 100 Ribu
Dalam praktiknya, para pengunjung warkop di Gresik ini bisa memilih dua wanita penghibur yang disediakan.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id | GRESIK - Prostitusi berkedok warung kopi (warkop) kembali dibongkar Satreskrim Polres Gresik. Tarif yang ditawarkan paling mahal hanya Rp 100 ribu.
Jika sebelumnya warkop di wilayah Samaleak, Kecamatan Kedamean. Kini, Polisi kembali mengamankan mucikari di Kecamatan Cerme.
Hermin Hidayati yang saat itu berada di dalam warkop langsung diamankan Korps Bhayangkara pada Jumat (17/1/2020) pukul 23.00 Wib.
Di sana tersangka kedapatan menyediakan dua wanita penghibur di dalam warung kopi.
"Ada dua wanita yang ditawarkan kepada pengunjung warkop. Keduanya warga Bangkalan, Madura dan Surabaya usianya 46 tahun," ujar Wakapolres Gresik, Kompol Dhyno Indra Setyadi di Mapolres Gresik, Jumat (24/1/2020).
Tersangka yang berusia 48 tahun itu sudah hampir satu tahun menjalankan bisnis esek-esek ini.
Penghasilannya tidak menentu. Saat digrebek polisi, baru satu wanita yang laku kepada lelaki hidung belang.
"Tarifnya Rp 100 ribu. Dibagi dua, wanitanya dapat Rp 75 ribu sedangkan tersangka dapat Rp 25 ribu," terangnya.
Polisi juga menyita satu buku catatan, uang sebesar Rp 100 ribu dan sprei di warkop tersangka.
Dalam praktiknya, para pengunjung warkop bisa memilih dua wanita penghibur yang disediakan Hermin. Kedua wanita yang ditawarkan tarifnya sama, yaitu Rp 100 ribu.
Selain menjual makanan, minuman, warkop milik Hermin dimodif memiliki sebuah kamar untuk jasa prostitusi.
Kini, tersangka yang berusia hampir setengah abad ini dijerat dengan pasal 296 KUHP dan pasal 506 KUHP ancaman hukuman pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/prostitusi-berkedok-warkop-di-gresik.jpg)