Berita Gresik

Kejari Gresik Bekali Para Kades di Kecamatan Cerme terkait Pengelolaan Dana Desa, ini Tujuannya

Tim Kejaksaan Negeri Gresik dan Inspektorat Kabupaten Gresik memberikan arahan kepada para Kedes di Kecamatan Cerme, Kamis (23/1/2020).

Kejari Gresik Bekali Para Kades di Kecamatan Cerme terkait Pengelolaan Dana Desa, ini Tujuannya
surya.co.id/sugiyono
PEMBINAAN - Tim Kejaksaan Negeri Gresik dan Inspektorat Kabupaten Gresik memberikan arahan kepada para Kedes di Kecamatan Cerme, Kamis (23/1/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK - Kejaksaan Negeri Gresik melakukan pembinaan terkait pengelolaan keuangan desa dari wilayah Kecamatan Cerme, di Hotel Aston Gresik, Kamis (23/1/2020).

Kegiatan tersebut diharapkan bisa mencegah tindak pidana korupsi di desa-desa.

Kajari Gresik Heru Winoto mengatakan, penggunaan dana desa (DD) dan anggaran dana desa (ADD) merupakan dana pemerintah yang harus digunakan untuk kepentingan sesuai aturan yang ada.

Menurut Heru, jika ada penyalahgunaan anggaran desa, jika Kepala Desa mau diingatkan dan dibina maka bisa diarahkan untuk mengembalikan kerugian negara.

"Karena yang ada itu adalah dana rakyat, maka harus digunakan sesuai apa yang telah digariskan, sesuai aturan yang ada," kata Heru.

Menurut Heru, selama tiga bulan tugas di Gresik, sudah ada belasan lebih laporan tentang permasalahan desa. Sehingga, dari laporan itu dilakukan pembinaan dan pengarahan, sehingga tidak terjadi pelanggaran.

"Selama tiga bulan ini, sudah ada 11 pengaduan soal desa. Baik tentang anggaran desa dan anggaran dana desa," katanya.

Sementara, Camat Cerme Suyono mengatakan, kegiatan ini untuk membekali para Kades tentang penggunaan anggaran.

Sehingga tidak terjadi penyalahgunaan penyerapan anggaran.

"Kita ingin para kades di Kecamatan Cerme ini dapat pembinaan dan pengarahan diawal tahun anggaran, sehingga bisa menggunakan anggaran dengan baik," kata Suyono.

Dalam kegiatan pembinaan penggunaan anggaran desa, dihadiri Kepala Inspektorat Kabupaten Gresik, Edy Hadisiswoyo.

Dalam kesempatan itu, beberapa Kades menyinggung banyaknya wartawan dan LSM yang mempermasalahkan anggaran desa.

Padahal, kegiatan desa sudah sesuai dengan aturan. Sehingga, dengan adanya pertemuan ini bisa menambah wawasan tentang bagaimana menyikapi wartawan dan LSM.

"Dari teman-teman Kades banyak yang bingung menyikapi wartawan dan LSM. Kami masih belum bisa adaptasi, karena beberapa ada Kades yang baru menjabat," kata kepala desa Cagak Agung Kecamatan Cerme Muhammad Sapaat.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved