Berita Gresik

Izin KEK di JIIPE Gresik Tak Kunjung Ada Kejelasan, Pengembang Bilang Dipersulit

Tak kunjung ditetapkan sebagai KEK membuat investor berpikir ulang. Sejumlah perusahaan asing memilih investasi ke negara lain

Izin KEK di JIIPE Gresik Tak Kunjung Ada Kejelasan, Pengembang Bilang Dipersulit
SURYA.co.id/Willy Abraham
Advisor JIIPE, Victor Edison Simanjuntak (kanan) saat memberikan keterangan di kantor JIIPE, Jumat (24/1/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK - Sudah satu tahun lamanya PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) sebagai pengembang Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) mengajukan untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Namun, hingga saat ini tidak kunjung menemui kejelasan.

Padahal JIIPE sendiri telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 9 Maret 2018.

Victor Edison Simanjuntak, Advisor JIIPE menuturkan, pihaknya sudah mengajukan izin KEK tahun lalu. Persyaratan sudah cukup, kita dituding belum bayar pajak.

Ini merupakan salah satu yang menghambat. Hal ini baru diketahui saat akan sertifikat tanah. Ternyata pajak pertama belum dibayar.

"Ini menghambat kita. JIIPE tidak pernah telat membayar pajak. Kalau dituding pajak belum dibayar ini akan kita lapor. Nominalnya pasti di atas 10 miliar. Pembeli pertama yang akan kita laporkan," tegasnya.

Sementara itu, mantan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dir Tipideksus) Mabes Polri ini mengaku izin KEK di Gresik dipersulit.

Pihaknya sudah mengajukan izin langsung ke Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto.

"Sampai sekarang belum keluar izin KEK. Kita sudah ajukan izin ke bupati. Gubernur tanya kenapa masih belum menjadi KEK," kata Victor.

Tak kunjung ditetapkan sebagai KEK membuat investor berpikir ulang.

Sejumlah perusahaan asing memilih investasi ke negara lain seperti Vietnam, Laos, Bangladesh, Thailand, Mexico dan Serbia.

Halaman
12
Penulis: Willy Abraham
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved