Sabtu, 25 April 2026

Dokter Terawan Murka Petinggi BRI Sebut Ada Karyawan Kena Virus Corona, Setelah Dicek Ternyata

Dokter Terawan Agus Putranto murka gara-gara petinggi BRI menyebut ada karyawan yang terjangkit virus corona. Begini kronologinya

Youtube Tribunnews dan bbc.co.uk
Dokter Terawan Murka Petinggi BRI Sebut Ada Karyawan Kena Virus Corona, Setelah Dicek Ternyata 

SURYA.co.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Dokter Terawan Agus Putranto murka gara-gara petinggi BRI menyebut ada karyawan yang terjangkit virus corona.

Hal ini berawal saat Corporate Secretary Bank BRI, Hari Purnomo, menyebutkan ada pekerja diduga terkena virus corona di Gedung BRI II, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2020).

"Pekerja Huawei yang demam telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis serta diagnosa kebenaran terkena Virus Corona," kata Hari Purnomo, dilansir dari Warta Kota dalam artikel 'Menkes Terawan Semprot BRI Sebut Ada Karyawannya Terjangkit Virus Corona, Ternyata Sakit Tenggorokan'

Kemudian Bank BRI juga melakukan koordinasi dengan pihak Huawei untuk memastikan lebih detil terkait dugaan infeksi tersebut.

"Bank BRI saat ini telah berkordinasi dengan Huawei dan pihak terkait untuk melakukan investigasi terkait kebenaran informasi tersebut," ucap Hari.

Tak hanya itu, karyawan yang diduga kena virus corona juga langsung dilarikan ke rumah sakit dan seluruh pekerja diberikan masker.

Dokter Terawan langsung menuju ke Gedung BRI II sekaligus mengecek kebenaran virus corona yang katanya menjangkit karyawan.

Sekitar 16.50 WIB, Menkes Terawan tiba di Gedung BRI II dengan pengawalan ketat.

Tanpa ada rasa takut, ia langsung menuju lantai 19.

Di lantai itu diduga tempat dimana adanya laporan dugaan karyawan Gedung BRI II terkena virus corona tersebut.

"Kalo bener masak saya berani, aku harus ngecek, yo," kata Terawan di Gedung BRI II, Kamis (23/1/2020).

Sesampainya di lantai 19 gedung BRI II, Menkes Terawan menyampaikan jika tidak ada virus corona yang ditemukan.

"Makannya saya ke sini itu ngecek, biar tidak terjadi simpang siur jangan kita di isukan hal-hal yang tidak penting, kasihan orang tidak ada apa-apa dikasih masker," katanya.

Terawan juga menyinggung soal pihak BRI yang langsung mendiagnosa adanya karyawan yang terkena virus corona itu, dan membagikan masker kepada seluruh karyawan gedung.

"Iya itu salah sendiri, mau action. Makannya jangan dibesarin dulu, untuk itu kenapa saya datang ke sini"

"Saya mau liat sendiri, yang kedua itu kan bukan kapasitasnya menemukan soal virus, yang berkapasitas menteri kesehatan," ucapnya.

Menurut Dokter Terawan, pernyataan petinggi BRI itu meresahkan masyarakat dan dapat merugikan perusahaan dan karyawan lain di Gedung BRI II.

Dalam kesempatan itu, Dokter Terawan menyebutkan jika pihak Kemenkes yang berhak mendiagnosa virus tersebut.

"Jangan buat pernyataan kalo bukan Kementerian Kesehatan. Karena kewenangan itu merugikan bank itu sendiri"

"Bayangkan jika bank ini tidak operasional apa yang terjadi, atau gedung ini tidak operasional apa yang terjadi," kata Terawan

Dokter Terawan meminta agar menunggu pihak Kementerian Kesehatan terkait pernyataan mengenai virus corona setelah melakukan pengecekan seluruhnya dengan detail.

Sehingga tidak ada kekhawatiran kepada masyarakat.

"Tidak boleh memberikan pernyataan apapun tanpa bukti ya, masa orang di delok (baru dilihat) ini penyakit ini, saya selama jadi dokter tidak pernah begitu"

"Didiagnosa pun juga harus lengkap, hasil harus nyata. Jangan ada sesuatu asalnya dari sana, terus membuat prediksi," katanya.

Dalam kesempatan itu, Terawan kembali memastikan, jika tidak ada virus corona seperti informasi yang beredar.

"Udah ya sudah saya buktikan tidak ada itu ya, kalo ada informasi pasti tak parani (di kunjungi)," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, dunia kesehatan sedang dihebohkan dengan wabah mematikan yang berasal dari Virus Corona.

Kehadiran Virus Corona itu diketahui terjadi di Kota Wuhan. Otoritas kesehatan setempat mendiagnosis sudah ada 41 orang yang terkena virus tersebut..

Virus Corona itu sendiri dikenal sebagai 2019-nCoV. Sejumlah sumber berita menyebut virus ini menyerupai infeksi pernapasan misterius.

Sampai saat ini juga belum diketahui bagaimana tanda, penyebab, atau model penyebaran Virus Corona itu? 

"Nah sekarang ini warning terus. Saya giatkan karena itu penularannya paling cepat kalau model SARS kaya begitu," kata Dokter Terawan, Menteri Kesehatan

Terawan mengaku belum mengatahui model penyebaran virus yang diduga disebabkan oleh virus corona tipe baru itu.

"Model pneumonia dari Wuhan itu modelnya yang mana kita belum tahu, tetapi paling tidak kita harus mewaspadai karena itu bisa berbahaya," ucap Terawan.

Terawan mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk menjaga ketat jalur masuk RI seperti bandara dan pelabuhan.

"Semua bandara, semua pelabuhan, waspada," kata dia di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (16/1/2020), seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Informasi yang SURYA.co.id himpun, virus ini dilaporkan memasuki Kota Bangkok, Thailand dan baru-baru ini telah menyebar ke Jepang.

Kementerian Kesehatan Jepang telah 'dibanjiri' dengan telepon dari masyarakat, yang khawatir setelah kasus pertama virus corona baru yang berasal dari Kota Wuhan, China.

Otoritas kesehatan di Wuhan, China telah mendiagnosis 41 orang terkena , termasuk orang yang telah meninggal.

Jepang telah terkonfirmasi sebagai negara kedua setelah Thailand yang terkena virus dari China tersebut.

Dikutip dari South China Morning Post, virus ini datang hanya beberapa hari sebelum Tahun Baru Imlek digelar, yang merupakan periode puncak bagi wisatawan Tiongkok berpergian ke luar negeri.

Saat ini, pejabat di seluruh Asia dalam siaga tinggi akibat adanya virus ini.

Seorang warga negara China yang tinggal di Prefektur Kanagawa, Jepang, mengunjungi Wuhan pada 3 Januari 2020 dan mulai mengalami gejala-gejala.

Seorang pejabat di Wuhan mengatakan, gejala-gejala tersebut di antaranya demam, kelelahan serta kesulitan bernapas.

Pria tersebut kembali ke Jepang tiga hari kemudian dan dirawat di rumah sakit pada 10 Januari 2020.

Kondisinya dilaporkan ke otoritas kesehatan setempat, tetapi dia diberi izin pulang setelah lima hari tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi lebih lanjut.

Institut Penyakit Menular Nasional Jepang (NIID) pada Rabu (15/1/2020), mengkonfirmasi bahwa pria tersebut telah terjangkit virus corona.

Pria itu mengatakan kepada otoritas kesehatan Jepang bahwa dirinya tidak mengunjungi pasar makanan laut Huanan yang sekarang ditutup dan diindetifikasi sebagai sumber infeksi.

Sementara itu, seorang wanita asal China yang didiagnosis di Thailand awal pekan ini, juga tidak mengunjungi pasar tersebut.

Meski begitu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (14/1/2020) mengatakan, tidak ada 'bukti' penularan virus corona dari manusia ke manusia.

Tanda-tanda Virus Corona

Virus yang menyebabkan wabah pneumonia di Wuhan, China ini tergolong sebagai virus corona jenis baru.

Virus itu dinamai novel coronavirus atau 2019-nCoV.

Melansir Kompas.com dengan judul "Mengenal Virus Corona atau Pneumonia Wuhan yang Sedang Mewabah", tayang 22 Januari 2020,

Kabar terakhir tentang virus ini, dipastikan dapat menular dari manusia ke manusia.

Gejala Virus Corona Wuhan sama seperti pneumonia.

Gejala yang muncul pada pneumonia ini di antaranya:

- Demam

- Lemas

- Batuk kering

- Sesak atau kesulitan bernapas

Beberapa kondisi ditemukan lebih berat. Pada orang dengan lanjut usia atau memiliki penyakit penyerta lain, memiliki risiko lebih tinggi untuk memperberat kondisi.

Metode transmisi dan masa inkubasi belum diketahui. Berdasarkan investigasi beberapa institusi di Wuhan, sebagian kasus terjadi pada orang yang bekerja di pasar ikan.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved