Sabtu, 11 April 2026

Berita Madiun

Tahun 2019, Serapan Bulog Subdivre IV Madiun Tak Capai Target, Ini Penyebabnya

Sugeng menjamin stok beras untuk wilayah Subdivre IV Madiun, masih aman. Hingga minggu pertama 2020, stok beras di gudang Bulog masih 19.500 ton.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Titis Jati Permata
tribun jatim/kuswanto ferdian
Ilustrasi beras Bulog 

SURYA.co.id | MADIUN - Hasil serapan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre IV Madiun, pada musim panen sepanjang 2019 tidak memenuhi target.

Hal itu disebabkan karena petani lebih memilih menjual hasil panen ke tengkulak.

"Hingga musim panen akhir sepanjang 2019 realisasi serapan 14.500 ton atau sekitar 60,4 persen dari target. Targernya 24 ribu ton," kata Kepala Perum Bulog Subdivre IV Madiun, Sugeng Hardono, saat dikonfirmasi, Kamis (23/1/2020) siang.

Dia menuturkan, sesuai Harga Pembelian Pemerintah(HPP) Inpres no 5 tahun 2015, harga beras ditetapkan sebesar Rp 7.300 per kilogram (kg). Dengan harga fleksibilitas Bulog membeli dengan harga Rp 8.030 per kg.

"Tapi harga di pasar lebih tinggi. Orang lebih tertarik menjual di luar," pungkasnya.

Meski demikian, Sugeng menjamin stok beras untuk wilayah Subdivre IV Madiun, masih aman.

Hingga minggu pertama 2020, stok beras di gudang Bulog masih 19.500 ton.

Dia menjelaskan, 19.500 ton stok beras tersebut terbagi di empat gudang.

Di antaranya, di Gudang Keniten 5700 ton, Gudang Geneng 4600 ton, Gudang Jeruk Gulung 4957 ton, dan Gudang Nambangan 4000 ton.

Ia menambahkan, apabila terjadi kekuranangan stok beras, maka dapat dilakukan skema pengadaan penugasan pemerintah, atau pengadaan komersial (kebijakan bulog sendiri).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved