Berita Malang Raya

Pengambilan Akta Cerai di Pengadilan Agama Malang Kini Bisa Gunakan Jasa Kurir

Saiful mengatakan biaya kirim akta perceraian itu juga tidak mahal. Ongkos kirim atau ongkir disesuaikan dengan jarak yang telah ditentukan

Pengambilan Akta Cerai di Pengadilan Agama Malang Kini Bisa Gunakan Jasa Kurir
suryamalang/aminatus sofya
Peluncuran inovasi di Pengadilan Agama Kota Malang secara simbolis oleh Kepala PA Kota Malang, Saiful Karim (dua dari kanan) di Hotel Grand Cakra. 

SURYA.co.id | MALANG - Masyarakat kini tidak perlu datang ke kantor Pengadilan Agama (PA) Kota Malang apabila berkas akta perceraiannya selesai. Tinggal mengisi form, akta perceraian akan diantar oleh petugas Pos Indonesia.

“Tinggal bayar biaya ongkos kirim, tidak perlu ke kantor, akta perceraian sudah sampai di rumah,” ujar Kepala Kantor PA Kota Malang, Saiful Karim,Kamis (23/1/2020).

Dia menjelaskan layanan antar dokumen perceraian ini telah diterapkan dan merupakan kerjasama antara PA Kota Malang dengan Pos Indonesia. Mekanismenya, penggugat boleh memilih apakah ingin mengambil akta perceraian secara langsung atau dikirim melalui pos.

“Kalau mau pakai pos, maka langsung mengisi dokumen. Petugas posnya ada di kantor, jadi tudak perlu datang ke kantor pos lagi,” jelas dia.

Saiful mengatakan biaya kirim akta perceraian itu juga tidak mahal. Ongkos kirim atau ongkir disesuaikan dengan jarak yang telah ditentukan di dalam sistem.

“Ongkirnya beda-beda ya. Tergantung jarak. Makin dekat tentu semakin murah,” katanya.

Dengan inovasi ini, Saiful mengklaim pelayanan di Kantor PA Kota Malang berlangsung sangat efisien. Masyarakat tidak perlu lagi datang ke Kantor PA dan bisa menunggu berkasnya sampai di rumah.

Selain layanan mengantar dokumen perceraian, Kantor PA Kota Malang kini juga mempunyai asisten virtual yang diberi nama Avika. Avika bakal melayani pertanyaan masyarakat yang membutuhkan informasi dari PA Kota Malang.

“Bisa langsung dikontak, gratis dan beroperasi 24 jam,” imbuh Saiful.

Saiful mengatakan inovasi yang diluncurkan PA Kota Malang adalah upaya untuk memperbaiki pelayanan. Selain itu, hal ini juga menjawab perkembangan teknologi yang kini masuk di era industri 4.0.

“Kami sudah uji coba juga. Sejauh ini belum ada kendala. Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara maksimal,” tutupnya.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved