Berita Tulungagung

Belum Genap Sebulan, Ada 20 Kasus Narkoba Diungkap di Tulungagung, Ngunut Paling Rawan

Jajaran Satreskoba Polres Tulungagung mengungkap 20 kasus narkotika dan obat berbahaya, dalam rentang 1-22 Januari 2020

Belum Genap Sebulan, Ada 20 Kasus Narkoba Diungkap di Tulungagung, Ngunut Paling Rawan
SURYA.co.id/David Yohanes
Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia berbincang dengan tersangka kasus narkoba yang diungkap awal Januari 2020. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Jajaran Satreskoba Polres Tulungagung mengungkap 20 kasus narkotika dan obat berbahaya, dalam rentang 1-22 Januari 2020. Dari 20 kasus itu polisi menangkap 31 tersangka

Rinciannya, sabu-sabu 14 kasus dengan 25 tersangka, psikotropika 2 kasus dengan 2 tersangka dan obat berbahaya 4 kasus dengan 4 tersangka.

“Kasus-kasus yang kami ungkap masih didominasi oleh sabu-sabu. Mereka terdiri dari dua jaringan,” terang Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia, Kamis (23/1/2020).

Lanjut EG Pandia, satu jaringan beroperasi di wilayah utara meliputi Ngantru, Karangrejo dan Sendang.

Sedangkan satu jaringan beroperasi di wilayah selatan, tepatnya di Kecamatan Besuki dan sekitarnya.

Total barang bukti yang disita meliputi sabu-sabu 48,15 gram, obat keras berbahaya 7.824 butir dan psikotropika meliputi 16 butir Alganax serta 136 Alprazolam.

“Barang diketahui didapat dari jaringan yang ada di Kediri. Mereka menggunakan sistem ranjau, sehingga jaringan di atasnya sulit dilacak,” sambung EG Pandia.

Dari 31 tersangka itu, tujuh orang di antaranya adalah residivis kasus narkoba dan dua residivis kasus pidana umum.

Masih menurut Kapolres, pihaknya memang meningkatkan upaya pengungkapan kasus narkoba, sehingga tersangka yang ditangkap juga sangat banyak.

Peningkatan pengungkapan kasus narkoba ini bagian dari upaya perang terhadap narkoba, demi menyelamatkan generasi bangsa.

“Narkoba yang mereka edarkan ini menyasar generasi muda kita. Bisa dibayangkan kalau generasi sekarang terkena narkoba, bagaimana 20-25 tahun mendatang?” ujar EG Pandia.

Selama ini wilayah timur, khususnya Kecamatan Ngunut menjadi wilayah paling rawan peredaran narkoba.

Namun dalam upaya pengungkapan awal 2020 ini, Ngunut termasuk wilayah yang relatif minim kasus narkoba.

Penulis: David Yohanes
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved