Berita Banyuwangi

Usai Gelar Musrenbangdes Online, Ini Program-Program Prioritas di Banyuwangi

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas memberikan arahan program prioritas desa secara langsung via video conference

Usai Gelar Musrenbangdes Online, Ini Program-Program Prioritas di Banyuwangi
SURYA.co.id/Haorrahman
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat memberikan arahan program prioritas desa secara langsung via video conference 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi telah menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbangdes) desa/kelurahan secara online serentak di 217 desa/kelurahan.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas memberikan arahan program prioritas desa secara langsung via video conference yang diikuti sekitar 15 ribu lebih warga desa se-Banyuwangi.

Musrenbang desa/kelurahan tersebut dibuka Bupati Anas dari Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi pada Selasa (21/1/2020) malam.

Dalam kesempatan itu, Anas membeberkan beberapa hal yang harus menjadi program prioritas desa.

Pertama, sektor pendidikan dan kesehatan menjadi perhatian utama Bupati Anas.

Anas menginstruksikan agar tidak ada lagi siswa drop out saat usia sekolah.

Pemkab telah menggelar program Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh) di mana satgasnya yang terdiri dari perangkat desa, kecamatan, hingga dinas terkait terus menyisir anak-anak usia sekolah yang terkendala pendidikannya.

"Tidak boleh lagi ada anak tidak bisa sekolah. Kami sudah menyiapkan banyak skema untuk mengatasi ini," kata Anas.

Di sektor kesehatan, Anas meminta semua desa fokus pada masalah pengurangan angka kematian ibu melahirkan serta penanggulangan HIV/AIDS.

"Dua hal itu harus menjadi prioritas program, dan menjadi target kita semua. Selain juga perlu digalakkan upaya preventif kesehatan dengan menjadikan puskesmas sebagai mal orang sehat," ujar Anas.

Hal lain yang menjadi penekanan Anas pada kepala desa adalah masalah pengurangan kemiskinan di wilayahnya.

Kemiskinan di Banyuwangi menunjukkan trend penurunan yang signifikan dari sebelum tahun 2010 sebesar 20,09%, kini menjadi 7,52% pada tahun 2019.

"Yang perlu diperhatikan desa adalah masih ada sekitar 5 ribu lansia miskin yang perlu ditangani desa. Ada Rantang Kasih progrm pemberian makanan gratis, jemput bola puskesmas untuk memeriksa kesehatan mereka," jelas Anas.

"Permasalahan kemiskinan harus selesai di desa," tambahnya.

Anas juga menyinggung masalah kebersihan desa, khususnya terkait sampah. Juga pembangunan infrastruktur jalan desa untuk menyelaraskan dengan pembangunan tol Probolinggo - Banyuwangi.

"Program Smart Kampung juga harus terus dikejar. Ada 14 indikator Smart Kampung yang harus dipenuhi seluruh desa. Dengan memaksimalkan program Smart Kampung harapan kami setiap desa akan menjadi desa kreatif yang bisa mengembangkan potensinya masing-masing," katanya.

Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved