Senin, 13 April 2026

Pemprov Jatim

Bangunan di Bantaran Kali Buntung Sidoarjo Ditertibkan, ini Langkah Pemprov bagi Warga Terdampak

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa warga yang tinggal di bantaran sungai Kali Buntung Waru sebaiknya ditertibkan.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya.co.id/fatimatuz zahro
Gubernur Jatim Khofifiah Indar Parawansa mengawal dan turun langsung proses normalisasi Kali Buntung Waru Sidoarjo yang tersumbat lantaran sedimentasi parah, Rabu (22/1/2020) dini hari. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa warga yang tinggal di bantaran sungai Kali Buntung Waru sebaiknya ditertibkan dan direlokasi ke tempat yang lebih layak.

Menurutnya, warga yang tinggal di bantaran sungai cukup rawan kondisinya jika ada luapan air sungai maupun jika dilihat dari sisi kesehatan. Selain itu bantaran sungai harus dipertahankan dan tidak dijadikan tempat tinggal atau rumah secara ilegal.

Untuk itu Khofifah meminta Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin membantu menyosialisasikan ke warga terkait penertiban ini. Dan sebagai gantinya Pemprov akan mengkomunikasikan ke Kementerian PU untuk disediakan rumah susun sebagai konversi bagi warga yang ditertibkan dari bantaran Kali Buntung Waru.

"Saya minta plt bupati sidoarjo merapikan kembali daerah bantaran sungai. Karena ini model sungai yang tidak memiliki bantaran. Kita tahu dengan kondisi ini kita jadi kesulitan kalau mau melakukan normalisasi sungai," tegas Khofifah.

Sebagaimana diketahui, dini hari tadi, Khofifiah mengawal dan turun langsung proses normalisasi Kali Buntung Waru Sidoarjo. Lantaran sedimentasi yang lebih parah dan sampah menyumbat aliran air, jika terjadi hujan berintensitas tinggi, air sungai akan meluap. Dan bepotensi besar akan menyebabkan banjir hingga ke bandara Juanda.

Lantaran Kali Buntung di sisi kanan kirinya sudah dipenuhi rumah warga, BPBD Jatim sempat mengalami kesulitan untuk melakukan normalisasi. Sampai-sampai mereka harus mendatangkan long hand escavator atau bego dengan lengan panjang dari Solo untuk bisa menjangkau normalisasi dengan cepat dan efisien.

"Insyaallah sudah ada kesamaan pikiran dengan Pemda dan warga terkait penertiban Dan pembebasan lahannya akan dibantu oleh Pemda di tahun ini. Dan saya akan komunikasikan ke pusat untuk penyediaan rumah susunnya. Kira-kira dibutuhkan enam rusun," kata Khofifah.

Terkait penertiban rumah warga di bantaran sungai itu bahkan sudah dirapatkan secara holistik bersama pemda setelah di Grahadi beberapa hari sebelumnya.

Wanita yang juga mantan Menteri Sosial itu menegaskan normalisasi Kali Buntung ini menjadi referensi untuk seluruh sungai yang ada di Jawa Timur. Agar sungai-sungai yang sudah mengalami pendangkalan agar dilakukan normalisasi dengan bekerja sama dengan lintas sektor. Bisa dengan TNI, Polri, maupun instansi yang lain.

Dalam normalisasi Kali Buntung tersebut banyak sampah yang ditemukan di sungai. Mulai sampah rumah tangga, kasur, hingga bangkai ular piton juga kayu-kayu.

Khofifah meminta masyarakat bisa lebih peduli pada sungai. Ia mengajak masyatkat untuk meninggalkan kebiasaan membuang sampah di sungai karena dampak buruknya akan kembali ke manusia juga nantinya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved