Pilkada Sidoarjo

Keliling Bungurasih, H Haris Bacabup Sidoarjo Dihujani Keluh Kesah Tukang Ojek dan Sopir Bemo

Bakal calon bupati (Bacabup) Sidoarjo, H Haris, keliling menyapa sejumlah masyarakat di seputaran Terminal Purabaya

surabaya.tribunnews.com/m taufik
Bacabup Sidoarjo, Haris (kiri), berbincang dengan sopir angkot di sekitar terminal Purabaya di Bungurasih Sidoarjo 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Bakal calon bupati (Bacabup) Sidoarjo, H Haris, keliling menyapa sejumlah masyarakat di seputaran Terminal Purabaya di Bungurasih, Sidoarjo, Rabu (22/1/2020).

Bacabup dari PAN itu sempat mampir di lapak-lapak pedagang, menyapa para tukang ojek pangkalan, sopir bemo, dan sebagainya.

"Memang seperti ini kondisinya, sepi kalau siang hari," kata Saifuddin, salah satu pedagang saat berbincang dengan Haris.

Disebutnya, butuh penataan dan sentuhan lebih dari pemerintah agar kawasan itu menjadi bagus dan selalu banyak pembelinya.

"Di sini ada sekitar 72 pedagang yang tergabung dalam paguyuban. Semoga Bupati Sidoarjo ke depan punya program yang lebih baik untuk pedagang," lanjut Saifudin di depan tokonya yang berada di sekitar Ramayana itu.

Sementara sejumlah sopir angkot mengaku kondisinya sekarang sangat miris. Mereka seolah sudah habis tergerus taksi online.

"Mudahnya, kondisi kami menangis sepanjang hari. Kami sengsara, seolah tidak ada peluang lagi sejak taksi online menjamur di mana-mana," kata Syamsuri, kordinator angkot H2P saat bertemu Haris.

Pihaknya berharap, pemerintah mengeluarkan program atau berbuat sesuatu untuk bisa menghidupkan kembali angkot atau bemo. "Agar kami bisa makan," tukasnya.

Tak jauh beda yang disampaikan para tukang ojek pangkalan di depan Ramayana. Mereka mengaku kesal karena jarang sekali narik penumpang.

"Penyebabnya ya ojek online yang sekarang sudah seperti ojek pangkalan. Harusnya kan mereka datang saat ada order lewat aplikasi, tapi buktinya itu ratusan ojek online mangkal di sekitar terminal," keluh Yuliono, kordinator ojek pangkalan depan Ramayana Bungurasih.

Di pangkalan itu ada sekitar 35 orang tukang ojek. Mereka juga berharap pemerintah bisa melakukan penertiban. Supaya ojek online maupun ojek pangkalan sama-sama bisa makan.

Terkait sejumlah keluhan itu, Haris mengaku akan memperjuangkannya. Untuk para pedagang, selain program penataan juga bakal dibuatkan even rutin di sentra-sentra PKL, agar selalu ramai.

"Kan tidak harus even besar. Misalnya memanfaatkan pengamen dan seniman jalanan, saya yakin bisa kok untuk ikut meramaikan. Yang penting ditata bagus dengan konsep yang bagus pula," katanya.

Sementara untuk angkot atau bemo, dia menyebut bisa difungsikan sebagai angkutan antar jemput siswa sekolah. Programnya digulirkan pemerintah, Kemudian merangkul para sopir bemo di Sidoarjo.

"Terkait keluhan tukang ojek, tentu harus dicari solusinya. Karena ojek pangkalan memang hanya mengandalkan orang datang, tidak seperti ojek online yang bisa mengambil pesanan dari mana saja," sebut pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo tersebut.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved