Sambang Kampung
Karang Taruna RT 7 RW 1 Kelurahan Airlangga Bikin Sabun Cuci Sendiri
Nadya Silvia, anggota Karang Taruna RT 7 RW 1 Kelurahan Airlangga Surabaya mengatakan, produk sabun cuci tersebut dibuat sebagai bentuk inovas
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Kekompakan warga RT 7 RW 1 Kelurahan Airlangga perlu diacungi jempol. Tak hanya ibu-ibu dan bapak-bapak, anak-anak muda juga aktif berkontribusi terhadap kampung.
Karang Taruna RT 7 RW 1 pun kerap menjadi garda depan dalam berbagai kegiatan, seperti pengolahan bank sampah, IPAL, dan sebagainya.
Salah satu produk andalan mereka adalah sabun cair yang digunakan untuk mencuci piring atau mencuci motor, bermerek 'Diamond'.
Nadya Silvia, anggota Karang Taruna RT 7 RW 1 Kelurahan Airlangga Surabaya mengatakan, produk sabun cuci tersebut dibuat sebagai bentuk inovasi kampung.
"Awalnya ada permintaan dari warga yang ingin ada inovasi dari anak-anak kartar. Akhirnya, kami terpikir untuk membuat sabun cair. Caranya juga sudah banyak di internet," papar Nadya.
Selain mudah dibuat, lanjutnya, bahan-bahan yang dibutuhkan pun mudah dicari, yakni teksafon, garam, pewarna, dan pewangi.
Pewarna dan pewangi yang digunakan sebagai bahan baku, Nadya menuturkan, biasanya dimanfaatkan untuk material kain. Meski demikian, bahan tersebut masih aman.
"Cara membuatnya, teksofon dicampur dengan air terlebih dulu. Air yang digunakan tidak bisa yang dari PDAM, harus air sumur karena memiliki pH yang sesuai," kata Nadya.
Selanjutnya, larutan teksofon dan air tersebut diaduk selama satu jam sampai terlihat mengental. Setelah itu, dituangkan garam, pewarna, dan pengharum.
"Kalau sudah, larutan tersebut didiamkan kurang lebih dua sampai tiga hari. Hal ini agar mengurangi busa dan membuatnya lebih kental," papar Nadya.
Setiap bulan, Karang Taruna RT 7 RW 1 menghasilkan sabun cair sejumlah 50 sampai 70 botol berukuran 600 mili liter yang telah diberi label berwarna biru.
"Tapi juga tergantung pesanan. Kalau ibu-ibu ingin beli saat arisan, misalnya, ya kami buatkan," kata Nadya.
Satu botol sabun cuci, ia mengatakan, dijual Rp 5 ribu. Selain dijual kepada warga kampung, produk tersebut juga dipesan oleh beberapa orang dari luar kampung.
Uang hasil penjualan, Nadya mengatakan, sebagian dimasukkan ke kas karang taruna, sisanya dimasukkan ke kas sosial yang digunakan untuk berbagai kegiatan sosial seperti bagi-bagi takjil, zakat, dan sebagainya
"Ke depan, kami ingin lebih mengembangkan produk ini. Selain itu, kami punya ide untuk membuatnya dalam bentuk yang lain misalnya sabun padat," kata Nadya.
Menurutnya, anggota karang taruna memiliki semangat yang besar untuk membuat kampung lebih baik dan maju.
Selain membuat produk sabun cuci, Karang Taruna RT 7 RW 1 Kelurahan Airlangga juga aktif mengolah bank sampah warga.
"Sebagian sampah dijual, sisanya lagi seperti botol bekas dan bungkus kemasan didaur ulang oleh ibu-ibu PKK. Beberapa produk daur ulang antara lain taplak, vas bunga, dan lain-lain," kata Nadya.
Kegiatan positif yang dilakukan oleh Nadya dan kawan-kawannya ini pun direspon positif oleh warga.
Suwarno, ketua RT 7 RW 1 Kelurahan Airlangga Surabaya, mengatakan, ia mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh karang taruna.
"Sangat penting memberi ruang anak-anak muda untuk berkarya, di antaranya untuk menghindarkan mereka dari pergaulan buruk di luar sana. Kami semua mendukung kegiatan positif yang dilakukan teman-teman karang taruna," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/karang-taruna-kampung-airlangga-buat-sabun-cuci.jpg)