Properti

Selain Jakarta dan Surabaya, Pakuwon Group Mulai Lirik Pasar Properti di Makasar untuk 2020 Ini

Pengembang properti Pakuwon Group di tahun 2020 ini masih akan fokus pada proyek-proyek pengembangan yang dilakukan di kota Jakarta dan Surabaya.

Selain Jakarta dan Surabaya, Pakuwon Group Mulai Lirik Pasar Properti di Makasar untuk 2020 Ini
sri handi lestari/surya
Sutandi Purnomosidi, Direktur Marketing Pakuwon Group (paling kanan) saat menunjukkan salah satu maket proyek Pakuwon Group di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengembang properti Pakuwon Group di tahun 2020 ini masih akan fokus pada proyek-proyek pengembangan yang dilakukan di kota Jakarta dan Surabaya.

"Tapi tahun ini akan melihat semua peluang dan potensi di semua daerah. Salah satu daerah yang demografinya kuat, yaitu Makasar. Semua peluang akan dijajaki," kata Sutandi Purnomosidi, Direktur Marketing Pakuwon Group, Selasa (21/1/2020).

Tak hanya rumah tapak dan high residence, serta mal, Pakuwon Group mulai melirik pengembangan resort di beberapa daerah, di antaranya di Labuan Bajo, Bali, dan Mandalika. Menurut Sutandi, jika ingin berkembang dengan mengandalkan yang sudah ada akan terbatas sedangkan pasarnya Indonesia luas sekali.

"Kemarin mungkin belum siap, tapi tahun ini mulai berkembang. Ada beberapa yang sudah akuisisi dan ada yang masih penjajakan. Tetapi fokus utama tetap Jakarta dan Surabaya. Di Jakarta masih ada landbank sekitar 12 hektare," ungkap Sutandi.

Karena itu, pihaknya tetap optimistis akan mencatatkan kinerja yang lebih baik dibanding tahun 2019.

"Jika dilihat potensinya, akan ke market midlle sangat besar," ujarnya.

Dalam waktu dekat akan menggarap middle class.

Selain fasilitas infrastruktur, daya beli masyarakat masih ada.

Apalagi segmen middle ini menyasar end user terutama landed.

Di sisi lain, high rise memang lebih bisa diterima masyarakat.

Affordable, terjangkau dengan fasilitas yang lengkap.

"Apalagi kami bangunnya di atas mall. Ini menjadi sesuatu yang menjadi pilihan masyarakat sekarang. Khususnya milenial, mereka sudah terbiasa tinggal di apartemen," ucapnya.

Dari Pakuwon komposisi highrise masih 70 persen, sedangkan landed 30 persen.

Untuk middle class sudah ada, tetapi mereka biasanya yang sudah memiliki lifestyle hidup di apartemen.

"Middle class di Pakuwon masih menduduki 50 persen. Target tahun ini masih akan dipertahankan sama seperti tahun lalu. Catatan belum ada. Karena tahun ini pertama kali memfasilitasi middle class di landed juga," pungkasnya.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved