Berita Bisnis

Nujek Gandeng Perusahaan Korsel Sediakan Motor Rendah Emisi Karbon

Nujek mengembangkan usahanya dengan menggandeng perusahaan asal Korea Selatan, Datam Group, yang beralamat di Seoul.

Nujek Gandeng Perusahaan Korsel Sediakan Motor Rendah Emisi Karbon
SURYA.co.id/Sri Handi Lestari
CEO Nujek, Moch Gozali (ketiga dari kiri) dan CEO Datam Group, James Lee (keempat dari kanan) saat mengumumkan kerja sama antara keduanya di Surabaya, Senin (20/1/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perusahaan aplikasi ojek online yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU), Nusantara Ojek atau Nujek mengembangkan usahanya dengan menggandeng perusahaan asal Korea Selatan, Datam Group, yang beralamat di Seoul.

Perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi Informasi (TI) tersebut, bersama Nujek akan menyediakan alat atau mesin yang akan digandengkan dengan mesin motor dari para driver mitra Nujek.

"Dengan teknologi itu akan menghasilkan motor listrik hibrid yang bisa mendaur ulang atau mengkonversi carbon hasil pembakaran menjadi baru," jelas Moch Gozali, CEO Nujek di Surabaya, Senin (20/1/2020) kemarin.

Teknologi tersebut berupa CRM (Carbon Reduction Mining) yang dipasang ke kendaraan mitra driver Nujek.

Selanjutnya mesin akan mereduksi carbon dan akan menghemat penggunaan bahan bakar fosil sampai dengan 90 persen.

"Selanjutnya, mitra driver juga akan mendapatkan reward berupa insentif berdasarkan jumlah emisi karbon yang tereduksi per km," tambah Gozali.

Hal itu dikarenakan teknologi CRM ini terkoneksi dengan program penurunan emisi karbon internasional di bawah lembaga United Nation (UN) bidang reduksi karbon global.

CEO Datam Group, James Lee menambahkan, saat ini produk yang mereka kembangkan sudah dimanfaatkan di 9 negara. Di antaranya Korea Selatan, Singapura, Amerika Serikat dan Hongkong.

"Sekarang kami melihat potensi yang besar di Indonesia. Kami sengaja menggandeng Nujek, perusahaan start up baru yang peluangnya untuk tumbuh bersama kami juga cukup besar," ungkap James Lee.

Sebagai tahap awal, teknologi CRM yang akan dihadirkan dari Korsel direncanakan akan sebanyak 500 unit di bulan Maret 2020 mendatang.

Selanjutnya teknologi itu akan dipasangkan di kendaraan mitra driver Nujek secara tersebar.

"Tidak hanya di Surabaya saja, tapi juga di Jakarta, hingga Gorontalo. Karena meski asli Surabaya, Nujek juga sudah hadir di berbagai kota lain di Indonesia," tambah James Lee.

Gozali menambahkan, saat ini memang Nujek telah hadir di lebih dari 30 kota/kabupaten di Indonesia.

"Saat ini, aplikasi kami telah diunduh lebih dari 100.000 downloader. Mereka yang aktif sekitar 100.000 tersebut. Sementara mitra atau pathner kami, yang meliputi driver, merchant dan lainnya sudah mencapai lebih dari 400.000," jelas Gozali.

Di tahun 2020 ini, pihaknya akan agresif melakukan pengembangan perluasan tempat layanan Nujek ke berbagai daerah lainnya.

Selain dengan Datam Group, Nujek mengaku siap membuka kerja sama dengan berbagai pihak untuk memberi nilai lebih bagi para mitranya.

Nujek baru berdiri di 17 Agustus 2018 dan mulai agresif melakukan pelayanan di tahun 2019.

Menghadapi persaingan yang ketat dengan layanan aplikasi lainnya, Gozali mengaku Nujek optimis bisa bersaing dalam memberikan pelayanan.

"Optimis karena kami juga sudah mengikuti regulasi dan sekarang kami serahkan ke pasar, dalam satu tahun lebih ini, respon pasar cukup positif," tandas Gozali.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved