Citizen Reporter

Memunculkan Kesadaran Mantan Anak Jalanan Korban Kekerasan Lewat Cara Menyenangkan

Oleh mahasiswa, mantan anak jalanan diajak untuk melakukan ‘Body Mapping’ yaitu Sebuah media pembelajaran mengenai pengenalan bentuk kekerasan

ist/citizen reporter
Kegiatan pelatihan body mapping yang digelar KKN Mahasiswa UKDC Surabaya di Kampung Anak Bangsa, Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA – Beberapa waktu lalu, para mahasiswa Universitas Katolik Dharma Cendika (UKDC) melaksanakan KKN di tempat rehabilitasi sosial untuk para mantan anak jalanan di Kampung Anak Bangsa yang dikelola oleh Dinas Sosial Pemerintah Kota Surabaya.

Di lahan seluas 40 x 50 meter persegi yang terletak di Jalan Wonorejo Timur No. 130 inilah, sebanyak 35 anak jalanan khusus laki-laki yang pernah mengalami permasalahan di jalanan diasuh pemerintah kota Surabaya. Mereka dididik serta dibina sesuai dengan minat dan bakat mereka untuk bisa berprestasi dan menjadi berguna bagi masa depannya kelak.

Mereka adalah bagian dari masalah perkotaan yang sampai saat ini belum tuntas diurai. Berbagai Macam kekerasan telah mereka alami di usia yang sangat dini. Mereka tidak tahu harus bercerita ke siapa, harus melakukan apa dan  kepada siapa mereka harus meminta pertolongan. Karena itulah, mahasiswa UKDC menggelar kegiatan di sana dan berharap bisa menjadi tempat berbagi para anak jalanan.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa menggelar pula workshop bertema “Mengenal dan Mencegah Terjadinya Kekerasan pada Anak” yang disampaikan dengan cara yang menyenangkan. Cara khusus ini dipilih agar anak-anak tersebut mengerti tentang apa yang pernah mereka alami dan bisa mencegah agar hal tersebut tidak terjadi lagi.

Selain teori tentang kekerasan pada anak, mereka juga diajak untuk melakukan ‘Body Mapping’  yaitu Sebuah media pembelajaran mengenai pengenalan bentuk kekerasan dan perlindungan diri pada anak. Body mapping ini bertujuan memberikan pemahaman tentang pengenalan tubuh anak sebagai upaya agar sejak dini anak-anak dapat menjaga tubuh mereka dan terhindar dari kekerasan baik fisik maupun seksual.

Dari sesi ini, para mahasiswa UKDC menemukan banyak fakta yang cukup memprihatinkan. Selama ini, mereka tidak sadar telah menjadi korban kekerasan.

Selain teori tentang kekerasan pada anak dan Body Mapping, mereka juga  bergabung bersama dalam permainan yang menyenangkan namun sarat dengan makna. Permainan tersebut diberi nama “Child Protection Games”. Dimana mahasiswa UKDC sebagai pengamat membagi mereka ke dalam 3 kelompok yaitu tim anak, tim pelindung dan tim pelaku kekerasan.

Cara yang sederhana dan menyenangkan untuk mengajak mereka memahami hak mereka sebagai anak dan mengenali tubuhnya sendiri.

Mahasiswa UKDC telah mengambil perannya sebagai akademisi sekaligus masyarakat yang peduli pada keberadaan para penerus bangsa ini. Melalui pendampingan selama KKN ini mereka telah mengimplementasikan Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 23 Tahun 23 Tentang Perlindungan Anak.

Saat ini kekerasan terhadap anak masih terus meningkat dan hari ini para mahasiswa UKDC telah menjalankan tugasnya dengan baik karena membekali anak tentang penegetahuan kekerasan pada anak sangatlah penting agar mereka lebih peduli dan peduli dengan keadaan diri dan sekitarnya. Semoga informasi dan edukasi yang telah diberikan bisa bermanfaat demi kebaikan masa depan mereka kelak.

Mari bersama melindungi anak dari kekerasan, mulailah dengan cara yang paling sederhana dan sekarang juga!

Penulis : Adjeng Rheynandhitya, mahasiswa UKDC Surabaya

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved